Home - Internasional - Xi–Putin Perkuat Poros Beijing–Moskow, Serukan Stabilitas Global di Awal 2026

Xi–Putin Perkuat Poros Beijing–Moskow, Serukan Stabilitas Global di Awal 2026

Awal 2026, Presiden Xi Jinping dan Vladimir Putin menegaskan penguatan poros Beijing–Moskow melalui kerja sama strategis China–Rusia demi menjaga stabilitas global di tengah dinamika geopolitik dunia.

Kamis, 5 Februari 2026 - 8:56 WIB
Xi–Putin Perkuat Poros Beijing–Moskow, Serukan Stabilitas Global di Awal 2026
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menggelar pertemuan virtual membahas penguatan poros Beijing–Moskow di awal 2026. Foto: CGTN for Hallonews

HALLONEWS.COM-Awal Februari 2026, Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan virtual tingkat tinggi yang menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan strategis dan menjaga stabilitas global di tengah situasi internasional yang semakin bergejolak.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (4/2/2026) tersebut, Xi menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru kepada Putin dan rakyat Rusia. Ia menyinggung momentum awal musim semi dalam kalender lunar China sebagai simbol permulaan baru, sekaligus menegaskan kesiapan Beijing bekerja sama dengan Moskow untuk merancang cetak biru baru hubungan bilateral China–Rusia.

Putin membalas dengan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada Xi dan rakyat China, disertai harapan agar China terus melaju dengan penuh semangat serta meraih kemajuan di berbagai bidang pembangunan.

Xi menekankan bahwa dua pertemuan puncak yang digelar sepanjang 2025 telah membawa hubungan China–Rusia memasuki fase perkembangan baru. Menurutnya, kedua negara tidak hanya menjaga momentum kerja sama ekonomi dan perdagangan, tetapi juga memperluas pertukaran antar masyarakat serta memperkuat koordinasi strategis di tingkat global.

Tahun 2026 dinilai memiliki arti simbolik bagi kedua negara. China dan Rusia memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Dunia Anti-Fasis, 30 tahun kemitraan strategis koordinasi, serta 25 tahun penandatanganan Perjanjian Bertetangga Baik dan Kerja Sama Persahabatan. Tahun ini juga ditetapkan sebagai Tahun Pendidikan China–Rusia.

Xi menegaskan bahwa sebagai negara besar yang bertanggung jawab dan anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, China dan Rusia memiliki kewajiban bersama untuk menjaga hasil kemenangan Perang Dunia II, menjunjung tinggi keadilan internasional, serta mempertahankan sistem global yang berpusat pada PBB dan norma dasar hukum internasional.

Ia juga menyoroti dimulainya periode Rencana Lima Tahun ke-15 China, yang akan ditandai dengan keterbukaan tingkat tinggi dan pembagian peluang pembangunan kepada negara-negara mitra, termasuk Rusia.

Menanggapi pernyataan tersebut, Putin menyampaikan keyakinan penuh terhadap masa depan hubungan Rusia–China. Ia menegaskan pentingnya saling mendukung dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, serta dalam mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial masing-masing negara.

Dalam menghadapi situasi global yang semakin kompleks, Putin menyatakan Rusia siap memperkuat koordinasi strategis dengan China di berbagai forum multilateral, termasuk Organisasi Kerja Sama Shanghai, BRICS, dan PBB. Rusia juga menyatakan dukungan aktif terhadap penyelenggaraan KTT APEC oleh China.

Pertemuan virtual tersebut ditutup dengan pertukaran pandangan mendalam mengenai berbagai isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama, mempertegas posisi poros Beijing–Moskow sebagai salah satu kekuatan kunci dalam membentuk arah tatanan global pada awal 2026. (ren)