Wisuda Sekolah Pranikah Kolaborasi IPB University dan Pemkab Bogor Cegah Perkawinan Dini
IPB University bersama Pemkab Bogor menggelar Wisuda Sekolah Pranikah 2025 untuk mencegah perkawinan dini dan meningkatkan kesiapan remaja menuju masa depan yang lebih berkualitas.

HALLONEWS.COM – Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor menyelenggarakan Wisuda Sekolah Pranikah.
Kegiatan yang merupakan angkatan ke-2 ini berlangsung di Gedung Serba Guna 1 Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (13/12/2025). Program tersebut melibatkan 100 remaja berusia 13–19 tahun yang berasal dari Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, serta Desa Tangkil, Kecamatan Caringin.
Kepala PKGA IPB University, Dr. Yulina Eva Riany, menegaskan bahwa tingginya angka perkawinan anak di Indonesia merupakan salah satu potret kegagalan dalam perlindungan anak. Menurutnya, perkawinan anak tidak hanya berkaitan dengan pernikahan di bawah umur, tetapi juga menjadi indikator penting dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Perkawinan anak memiliki keterkaitan signifikan dengan tingginya angka stunting, kesakitan dan kematian ibu serta anak, rendahnya kualitas ekonomi, hingga tingginya angka putus sekolah,” ujar Dr. Yulina dalam rilis yang diterima Hallonews.com, Sabtu (20/12/2025) pagi.
Ia menambahkan, salah satu persoalan mendasar adalah tingginya angka kehamilan di luar pernikahan akibat rendahnya pengetahuan remaja mengenai risiko pergaulan bebas.
“Data Kabupaten Bogor menunjukkan urgensi dilakukannya intervensi ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Sussy Rahayu Agustini, mengungkapkan bahwa dari sekitar 5,8 juta penduduk Kabupaten Bogor, terdapat 1,78 juta anak di bawah usia 18 tahun.
“Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan jumlah absolut perkawinan anak tertinggi secara nasional,” jelas Sussy.
Program Sekolah Pranikah Angkatan ke-2 ini melanjutkan keberhasilan angkatan pertama yang dilaksanakan pada Februari 2025 di Kecamatan Bojong Gede dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang.
Selama pelaksanaan pada November 2025, para peserta memperoleh delapan materi utama yang disampaikan oleh 11 narasumber IPB University dari berbagai fakultas. Materi tersebut meliputi dampak perkawinan anak, perencanaan pernikahan, kesehatan reproduksi, gizi, literasi keuangan, hingga perencanaan masa depan.
Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyebut Sekolah Pranikah sebagai benteng penting bagi generasi muda.
“Edukasi pranikah merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter, moral, dan kesiapan mental remaja untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks,” kata Ajat.
Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Prof. Sofyan Sjaf, menekankan bahwa pernikahan usia dini berpotensi menurunkan kualitas sumber daya manusia.
“Program ini memberikan ruang pembelajaran agar anak-anak tidak menikah terlalu dini dan lebih siap menata masa depan,” tegasnya.
Para peserta mengaku mendapatkan pemahaman baru bahwa pernikahan merupakan keputusan besar yang memerlukan kesiapan mental, pendidikan, serta finansial. Sekolah Pranikah 2025 menjadi langkah konkret kolaborasi IPB University dan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam membangun generasi muda yang lebih berdaya, berkarakter, dan terlindungi. (yopy)
