Wali Kota Bogor Minta Warga Waspada Penyebaran Influenza A(H3N2) Subclade K
Kemenkes RI menegaskan, situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025, masih dalam kondisi terkendali.

HALLONEWS.COM – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan, situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025, masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.
Sementara di Kota Bogor, Wali Kota Dedie Rachim mengaku, hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait warga yang terkena influenza A(H3N2) subclade K.
“Sejauh ini belum ada laporan resmi terkait hal tersebut,” kata Dedie saat dikonfirmasi wartawan media ini Sabtu 3 Januari 2026.
Walau belum ada laporan resmi, namun Dedie meminta warga perlu waspada karena pergerakan dengan interaksi masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru sangat tinggi.
“Kami himbau, warga tingkatkan kewaspadaan. Lalulintas manusia saat libur Natal dan Tahun Baru, cukup tinggi. Waspada lebih baik,” ujarnya.
dr. Srinowo Retno, Plt Dinas Kesehatan Kota Bogor saat dikonfirmasi Sabtu 3 Januari 2026 mengatakan, pihaknya merujuk pada pernyataan resmi yang dikeluarkan Kementrian Kesehatan RI.
Sementara Ny Kristina (64), warga Bogor Timur saat ditanya terkait flu ini mengungkapkan, sebagai langkah antisipasi, ia sudah memakai masker saat beraktifitas.
Bagi Kristina, mencegah lebih baik dari mengibati. Pasalnya di usia dirinya yang sudah tua, sangat mudah rentan atas penularan.
Membaca berita terkait Subclade K yang pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara, juga membuat Susanti (56), warga Bogor Selatan cemas.
Susanti menambahkan, walau penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K, tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan, namun dirinya sempat was-was, saat dua hari lalu terkena flu berat.
“Waktu saya flu berat, sempat sih was-was juga. Minum obat sehari setelahnya sembuh. Apalagi menurut berita, gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Ya takut juga,” paparnya.
Baik Kristina maupun Susanti berharap, hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, tidak sampai meluas seperti Covid 19 yang lalu.
“Apalagi dari jumlah 62 kasus ini, jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak. Pokoknya jangan sampai Covid jilid 2 deh,” ujarnya.
Kemenkes RI menegaskan, sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta dan menggunakan masker.
Masyarakat yang membutuhkan informasi, bisa menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, atau email [email protected]. (yopy)
