Home - Megapolitan - Wali Kota Bogor Dedie Rachim Tekankan Integritas dan Kinerja Usai Arahan Presiden Prabowo

Wali Kota Bogor Dedie Rachim Tekankan Integritas dan Kinerja Usai Arahan Presiden Prabowo

Usai Rakornas 2026 dan arahan Presiden Prabowo Subianto, Wali Kota Bogor Dedie Rachim memimpin Rapim Pemkot Bogor, menekankan integritas, komunikasi efektif, serta percepatan program strategis daerah.

Rabu, 4 Februari 2026 - 6:30 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim Tekankan Integritas dan Kinerja Usai Arahan Presiden Prabowo
Rapat Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama seluruh perangkat daerah dalam rangka mengimplementasikan arahan Presiden Prabowo Subianto. Foto: Humas Pemkot Bogor for Hallonews

HALLONEWS.COM – Sehari setelah menerima arahan dari Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Rapim tersebut diikuti oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Denny Mulyadi, dan berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor.

Dalam arahannya, Dedie Rachim menegaskan kembali pesan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja sebaik-baiknya, sepenuh hati, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pelayanan publik.

Dedie juga mengingatkan bahwa pada 21 Februari 2026, dirinya bersama Jenal Mutaqin genap satu tahun mengemban amanah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor. Berbagai capaian telah diraih meski dihadapkan pada tantangan dan keterbatasan yang ada.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkot Bogor atas dukungan dan kerja kolektif selama tahun pertama kepemimpinan.

“Kita semua memiliki tugas masing-masing. Keberhasilan maupun kegagalan dalam menjalankan tugas kami sangat ditunjang oleh kinerja Bapak dan Ibu semua,” ujar Dedie Rachim, Selasa (3/2/2026).

Menghadapi dinamika dan berbagai kritik publik, Dedie meminta seluruh perangkat daerah menyiapkan strategi serta mekanisme komunikasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan. Upaya tersebut harus dibarengi dengan kinerja nyata yang dapat dipertanggungjawabkan dan dilaporkan melalui kanal komunikasi resmi pemerintah daerah.

Selain evaluasi kinerja, Dedie juga mengungkapkan sejumlah agenda strategis yang akan segera direalisasikan. Dalam waktu dekat, Pemkot Bogor akan melaksanakan soft launching Museum Pajajaran Batutulis sebagai bagian dari penguatan identitas sejarah dan budaya daerah.

Ia juga menyinggung agenda sertifikasi aset daerah serta rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan berdampingan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dalam satu kawasan terpadu.

Menurut Dedie, realisasi program tersebut merupakan capaian besar yang tidak mudah diwujudkan, serta tidak terlepas dari kontribusi dan fondasi yang dibangun oleh para pemimpin Kota Bogor sebelumnya.

“Konsistensi dan dukungan seluruh jajaran Pemkot Bogor sangat diharapkan agar seluruh program dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menekankan pentingnya publikasi progres kinerja perangkat daerah melalui juru bicara digital yang telah ditunjuk, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.

Penegasan tersebut diperkuat oleh Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi, yang meminta seluruh perangkat daerah menjadikan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagai atensi bersama dan komitmen yang diwujudkan dalam bentuk kinerja nyata. (opy)