Home - Megapolitan - Wali Kota Benyamin Davnie Minta Maaf atas Masalah Sampah di Tangsel

Wali Kota Benyamin Davnie Minta Maaf atas Masalah Sampah di Tangsel

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie meminta maaf atas masalah sampah yang terjadi di wilayah Tangsel selama beberapa pekan terakhir. Masalah sampah ini membuat warga marah karena sampah tak kunjung diangkut dan dibiarkan menumpuk di sejumlah lokasi termasuk di kolong flyover Ciputat. Krisis sampah di Tangsel ini juga mendapat kecaman keras dari...
Kamis, 1 Januari 2026 - 16:47 WIB
Wali Kota Benyamin Davnie Minta Maaf atas Masalah Sampah di Tangsel
Pemkot Tangsel secara bertahap melakukan pengangkutan sampah dari sekitar flyover Ciputat. Foto: tangerangselatankota.go. id

HALLONEWS.COM – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie meminta maaf atas masalah sampah yang terjadi di wilayah Tangsel selama beberapa pekan terakhir. Masalah sampah ini membuat warga marah karena sampah tak kunjung diangkut dan dibiarkan menumpuk di sejumlah lokasi termasuk di kolong flyover Ciputat.

Krisis sampah di Tangsel ini juga mendapat kecaman keras dari mahasiswa. Mereka melakukan aksi membuang sampah di kantor Wali Kota Tangsel sebagai kritik atas ketidakbecusan Pemkot Tangsel dalam mengatasi masalah sampah.

Permintaan maaf Benyamin Davnie ini disampaikan dalam pernyataan resmi pada awal tahun 2026. Pernyataan ini diawali ucapan terima kasih kepada masyarakat atas kesabaran, kepedulian, serta kepercayaan yang terus diberikan kepada pemerintah daerah sepanjang tahun 2025.

“Layanan publik adalah wajah pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari. Ketika layanan itu belum berjalan baik, maka yang terganggu bukan hanya sistem, tetapi kenyamanan, kesehatan, dan rasa keadilan warga,” ujar Benyamin, Kamis (1/1/2026).

Benyamin menyatakan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan berbagai layanan publik yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, pendidikan, kesehatan, transportasi, ketertiban umum, kebersihan lingkungan, hingga layanan digital.

Namun, Benyamin juga mengakui bahwa masih terdapat keterbatasan dalam pelaksanaannya. “Dari seluruh layanan tersebut, persoalan sampah adalah yang paling terasa dampaknya bagi warga,” katanya.

“Ketika sampah menumpuk di jalan, menimbulkan bau, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, saya memahami betul rasa tidak nyaman, kecewa, bahkan marah yang dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

“Atas kondisi itu, dari hati yang paling dalam, atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh warga Tangerang Selatan. Ini adalah tanggung jawab kami, dan kami tidak akan menghindar dari persoalan ini,” ujar Benyamin Davnie.

Benyamin menegaskan bahwa persoalan persampahan telah menjadi pelajaran penting dan titik balik dalam pembenahan layanan publik. “Masukan, kritik, dan keluhan warga kami jadikan dasar untuk melakukan perbaikan besar,” katanya.

“Di tahun 2026, kami berkomitmen melakukan peningkatan layanan publik secara menyeluruh dan lebih terukur. Penanganan sampah akan kami perkuat dari hulu hingga hilir, dengan sistem yang lebih tertib, berkelanjutan, dan berorientasi pada kenyamanan warga,” imbuhnya.

Selain bertekad mengatasi masalah sampah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan publik lainnya di tahun 2026. “Perizinan akan terus kami sederhanakan dan percepat, layanan kesehatan promotif dan preventif akan terus ditingkatkan melalui Ngider sehat premium,” katanya.

“Kebersihan kota akan menjadi perhatian utama, serta layanan digital pemerintah akan kami kembangkan agar lebih terintegrasi, transparan, dan benar-benar memudahkan masyarakat,” lanjutnya.

Benyamin menegaskan bahwa peningkatan layanan publik bukan sekadar janji, tetapi tanggung jawab yang akan terus diawasi dan dievaluasi. “Pemerintah harus hadir, bekerja lebih cepat, dan melayani dengan hati. Tahun 2026 harus menjadi tahun perbaikan nyata, di mana masyarakat bisa merasakan perubahan dalam kualitas layanan publik,” ujarnya.

“Dengan kebersamaan, pengawasan publik, dan kepercayaan masyarakat, saya yakin Kota Tangerang Selatan mampu bangkit dan menghadirkan layanan publik yang lebih baik, lebih adil, dan lebih bermartabat bagi seluruh warganya,” kata Benyamin.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan pengangkutan sampah secara bertahap di sejumlah ruas jalan dan titik-titik yang sempat mengalami penumpukan. Langkah ini merupakan bagian dari penanganan darurat untuk memulihkan kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin menyatakan bahwa Pemkot Tangsel memprioritaskan pengangkutan sampah di lokasi-lokasi yang berdampak langsung terhadap aktivitas warga dan lalu lintas.

“Pemkot Tangerang Selatan secara bertahap melakukan pengangkutan sampah yang sempat menumpuk di sejumlah ruas jalan. Kami fokus pada titik-titik krusial agar kondisi kota bisa kembali terkendali dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujar Asep pada Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, proses pengangkutan dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan kapasitas armada dan kondisi operasional tempat pembuangan sementara. Pemkot memastikan langkah yang diambil tidak bersifat reaktif, tetapi melalui pemetaan agar penanganan berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Pengangkutan ini tidak dilakukan secara sporadis. Kami atur secara bertahap dan terukur, sekaligus dibarengi dengan pengendalian bau dan sanitasi, agar dampaknya terhadap kesehatan masyarakat bisa diminimalkan,” lanjutnya. (GAA)