Wagub Rano Dorong Digitalisasi BUMD Melalui ERP PAM Jaya
PAM Jaya meluncurkan Enterprise Resource Planning (ERP) Fusion sebagai bentuk transformasi digital pelayanan air minum di wilayah DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta menyebut ERP Fusion sebagai fondasi penting dalam membangun layanan publik yang modern dan berbasis data.

HALLONEWS.COM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat transformasi digital layanan air minum melalui penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) Fusion PAM JAYA yang diresmikan Wakil Gubernur Rano Karno.
Peluncuran ini menandai penguatan langkah transformasi digital PAM Jaya ekaligus integrasi sistem pelayanan air minum di Jakarta.
Rano menyebut ERP Fusion sebagai fondasi penting dalam membangun layanan publik yang modern dan berbasis data.
Dalam sambutannya, Rano mengapresiasi kinerja dan komitmen jajaran PAM JAYA yang dinilai konsisten menghadirkan inovasi demi peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Menurut Rano, penerapan ERP Fusion menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan seiring target PAM JAYA mencapai cakupan 100 persen layanan air minum perpipaan pada 2029.
“Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses dan data yang sebelumnya berjalan terpisah. Ini menjadi fondasi bagi PAM JAYA dalam menghadapi tantangan pelayanan ke depan,” ujar Rano.
Ia menjelaskan, kehadiran ERP Fusion menjawab kebutuhan integrasi data dan proses bisnis yang selama ini tersebar di berbagai unit kerja. Seluruh aktivitas perusahaan kini terhimpun dalam satu platform terpadu.
Rano berharap penerapan sistem ini tidak hanya berhenti pada pembaruan teknologi, tetapi juga mendorong perubahan budaya kerja yang lebih profesional dan kolaboratif.
“ERP Fusion harus menjadi pengungkit kinerja organisasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan air minum bagi warga Jakarta,” kata Rano.
Peluncuran ERP Fusion PAM JAYA juga menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Jakarta terhadap transformasi digital badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik yang terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Direktur PAM JAYA Arief Nasrudin menyatakan ERP Fusion merupakan pembaruan sistem berbasis Oracle Fusion yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas perusahaan.
Menurut Arief, ERP Fusion bukan sekadar penggantian perangkat, melainkan sistem terintegrasi berbasis cloud yang menghubungkan seluruh proses bisnis secara menyeluruh dan otomatis.
“Semua proses kini saling terhubung, mulai dari akuntansi hingga pertukaran dokumen dengan vendor. Begitu masuk sistem, alurnya langsung berjalan dan bisa dipantau lintas divisi,” ujar Arief.
Ia menambahkan, penerapan ERP juga meminimalkan potensi kesalahan administrasi manual. Seluruh dokumen kini dipindai dan tercatat dalam sistem sehingga jejak data dapat ditelusuri secara utuh.
“Data kini lebih rapi, bersih, dan terintegrasi. Proses migrasinya besar, tetapi ini krusial agar tata kelola PAM JAYA ke depan lebih akuntabel dan prudent,” kata Arief. (als)
