Home - Internasional - Usai Serangan AS, Delcy Rodríguez Minta Rakyat Percaya Keputusan Politik

Usai Serangan AS, Delcy Rodríguez Minta Rakyat Percaya Keputusan Politik

Usai serangan militer AS, Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez meminta rakyat memercayai keputusan politik pemerintah di tengah krisis dan manuver diplomatik dengan Washington.

Senin, 12 Januari 2026 - 12:43 WIB
Usai Serangan AS, Delcy Rodríguez Minta Rakyat Percaya Keputusan Politik
Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez memberi isyarat saat upacara pengambilan sumpah jabatan di Majelis Nasional di Caracas, setelah dia dilantik menggantikan Nicolás Maduro, 5 Januari 2026. Foto: CGTN for Hallonews

HALLONEWS.COM-Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez menyerukan agar rakyat memercayai keputusan politik pemerintah di tengah situasi yang ia sebut kompleks dan “tidak selalu mudah dipahami,” menyusul serangan militer Amerika Serikat yang mengguncang negara itu lebih dari sepekan terakhir.

Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Minggu (11/1/2026) waktu setempat, Rodríguez menekankan pentingnya persatuan lintas sektor politik dan sosial untuk menghadapi tekanan eksternal dan dinamika internal. Ia meminta publik memberi ruang bagi pemerintah menjalankan langkah-langkah strategis yang, menurutnya, dirancang untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan negara.

Rodríguez menyatakan bahwa pemerintah tengah menerapkan “strategi yang solid” dalam merespons situasi pascaserangan, seraya meminta warga tidak terpecah oleh perbedaan politik.

Pascaserangan AS dan Penangkapan Maduro

Pernyataan Rodríguez muncul lebih dari sepekan setelah operasi militer AS di Venezuela yang dilaporkan menewaskan setidaknya 100 orang. Operasi tersebut berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, memicu gejolak politik dan keamanan di dalam negeri.

Di tengah krisis, Caracas mengumumkan langkah-langkah diplomatik. Pada 7 Januari, pemerintah menyatakan negosiasi untuk meningkatkan penjualan minyak ke Amerika Serikat. Dua hari berselang, Venezuela mengumumkan dimulainya proses diplomatik “eksploratif” dengan Gedung Putih untuk memulihkan misi diplomatik kedua negara.

Langkah ini menandai pergeseran taktis, dari konfrontasi terbuka menuju kanal dialog terbatas, meski ketegangan masih tinggi.

Rodríguez menegaskan bahwa keputusan politik yang diambil pemerintah bertujuan melindungi kepentingan nasional dan menavigasi tekanan geopolitik yang kian rumit. Ia meminta masyarakat menilai kebijakan pemerintah dalam kerangka keamanan nasional dan stabilitas jangka menengah, bukan sebagai langkah reaktif semata. (ren)