Usai Rights Issue, IMJS Suntik Modal Besar ke INDORENT
IMJS menyuntikkan modal Rp499,29 miliar ke anak usaha INDORENT (CSM) usai rights issue PUT IV HMETD. Langkah ini dinilai berpotensi menjadi katalis kinerja, meski tren laba IMJS masih menurun.

HALLONEWS.COM – PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) melakukan keterbukaan informasi mengenai transaksi afiliasi yang melibatkan penyetoran modal kepada anak usaha langsung PT CSM Corporatama (CSM). Penggunaan dana yang dihasilkan dari Penawaran Umum Terbatas IV dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PUT IV HMETD) dilaksanakan melalui transaksi ini.
Penyetoran modal dilakukan pada tanggal 24 Desember 2025, dan setelah biaya emisi dikurangi, seluruh dana bersih dari hasil PUT IV HMETD diberikan kepada CSM. Nilai transaksi sebesar Rp499,29 miliar diubah menjadi 4,99 miliar saham CSM.
CSM bertindak sebagai pihak yang menerima dana, dan IMJS bertindak sebagai pihak yang melakukan penyetoran modal. Karena IMJS memiliki 99,99% saham CSM, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi menurut POJK 42/2020. Namun, seperti yang dinyatakan dalam Pasal 6 ayat (1) POJK 42/2020, transaksi ini termasuk dalam kategori transaksi yang dibebaskan dari kewajiban tertentu.
Menurut informasi tambahan PUT IV HMETD, penyetoran modal ini dimaksudkan untuk mendukung kegiatan usaha dan kebutuhan operasional CSM. Dengan melakukan ini, Perseroan menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kinerja anak usaha sebagai motor pertumbuhan grup.
PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) didirikan pada 14 Desember 2004 dengan nama PT Multi Tambang Abadi dan beroperasi di bidang pertambangan dan jasa.
Pada Januari 2013, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk dan PT Indomobil Manajemen Corpora mengakuisisi perusahaan dan mengubah namanya menjadi PT Indomobil Multi Jasa. Pada Desember 2013, perusahaan melakukan IPO dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode IMJS
PT CSM Corporatama (INDORENT), yang didirikan oleh Grup Indomobil sejak tahun 1987, melayani pengiriman dan penyewaan mobil. CSM memiliki jaringan yang luas di seluruh negeri dan melayani korporasi, lembaga pemerintah, dan individu. Fokus utama CSM adalah penyediaan solusi transportasi terpadu dan pengelolaan armada yang efektif.
Dalam perdagangan terakhir, saham IMJS turun 30,56% dalam satu minggu, tetapi masih naik 8,70% setiap bulan. Selama tiga bulan, saham IMJS naik 14,68%, sementara dalam satu tahun terakhir, saham IMJS naik sebesar 87,97%.
Analisis Yes Invest
Penambahan modal ke CSM diharapkan mampu menjadi katalis positif bagi kinerja IMJS ke depan, terutama dalam mendorong pertumbuhan laba.
Namun demikian, secara fundamental masih terdapat catatan penting, mengingat laba IMJS cenderung mengalami tren penurunan dari tahun ke tahun sejak 2023. Oleh karena itu, efektivitas pemanfaatan dana rights issue ini akan menjadi kunci, apakah mampu mengubah arah kinerja keuangan Perseroan atau justru hanya bersifat menjaga keberlangsungan operasional.(Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)
