Home - Ekonomi & Bisnis - Unilever Indonesia Lepas Bisnis Teh Sariwangi, Nilai Transaksi Capai Rp1,5 Triliun

Unilever Indonesia Lepas Bisnis Teh Sariwangi, Nilai Transaksi Capai Rp1,5 Triliun

Unilever Indonesia resmi melepas bisnis teh Sariwangi senilai Rp1,5 triliun sebagai bagian dari reorganisasi portofolio. Transaksi ini diklasifikasikan sebagai transaksi material tanpa perlu persetujuan RUPS.

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:00 WIB
Unilever Indonesia Lepas Bisnis Teh Sariwangi, Nilai Transaksi Capai Rp1,5 Triliun
Ilustrasi produk Sari Wangi (Dok Yes Invest)

HALLONEWS.COM – Sebagai bagian dari reorganisasi portofolio perusahaan, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan rencana penjualan bisnis teh dengan merek Sariwangi.

Perjanjian Pengalihan Bisnis, juga dikenal sebagai BTA, ditandatangani pada 6 Januari 2026, yang memungkinkan transaksi ini terjadi.

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan rencana penjualan bisnis teh dengan merek Sariwangi sebagai bagian dari reorganisasi portofolio perusahaan. Transaksi ini dapat terjadi karena Perjanjian Pengalihan Bisnis, atau BTA, ditandatangani pada 6 Januari 2026.

Menurut penilaian independen yang dilakukan oleh Suwendho Rinaldy dan rekan, Kantor Jasa Penilai Publik, harga transaksi disepakati sebesar Rp1,5 triliun di luar pajak. Hasil penilaian independen menunjukkan bahwa nilai pasar bisnis Sariwangi sebesar Rp1,488 triliun, sehingga harga transaksi berada di atas nilai wajar hasil penilaian independen.

Menurut laporan keuangan per 30 September 2025, yang diaudit oleh KAP Siddharta Widjaja & Co., anggota jaringan KPMG, nilai transaksi tersebut setara dengan 45% dari total ekuitas perusahaan.

Oleh karena itu, transaksi tersebut diklasifikasikan sebagai transaksi material secara ukuran. Karena ini adalah pelepasan bagian operasi yang kecil yang berkontribusi pada kinerja perusahaan secara keseluruhan, persetujuan RUPS tidak diperlukan untuk transaksi ini.

Berdasarkan perhitungan yang dibuat oleh Perseroan, bisnis teh Sariwangi hanya berkontribusi 2,5% terhadap total aset, 3,1% terhadap laba bersih, dan 2,7% terhadap pendapatan usaha UNVR. Perjanjian BTA tunduk pada hukum Republik Indonesia, dan sengketa akan diselesaikan di Singapore International Arbitration Centre (SIAC).

Tentang Perusahaan

PT Unilever Indonesia Tbk merupakan perusahaan FMCG yang bergerak di bidang produksi, pemasaran, dan distribusi produk konsumen. Kegiatan usaha Perseroan terbagi ke dalam dua segmen utama, yaitu Kebutuhan Rumah Tangga & Perawatan Tubuh serta Makanan dan Minuman. UNVR membawahi berbagai merek besar seperti Rinso, Lifebuoy, Pepsodent, Sunlight, Dove, Wall’s, Bango, Royco, Buavita, hingga Sariwangi, dan selama puluhan tahun menjadi salah satu pemain dominan di industri FMCG nasional.

Kinerja Saham Perusahaan

Saham UNVR saat ini diperdagangkan di level 2.600. Dalam jangka pendek, pergerakan saham relatif stagnan dengan 0,00% dalam satu minggu terakhir dan mengalami koreksi 4,06% secara bulanan.

Namun secara kuartalan, saham mencatatkan rebound signifikan dengan kenaikan 39,78% dalam tiga bulan terakhir. Secara tahunan, UNVR masih mencatatkan kenaikan 49,00%, meskipun dalam jangka panjang performanya masih tertekan dengan penurunan 45,38% dalam tiga tahun dan 63,89% dalam lima tahun terakhir.

Menurut analisis Yes Invest, secara fundamental, saham UNVR tergolong unik. Meski harga saham telah turun cukup dalam dalam lima tahun terakhir, valuasi perusahaan masih tergolong sangat premium, tercermin dari PBV sekitar 29,5x. Di sisi lain, UNVR dikenal konsisten membagikan hampir seluruh laba bersihnya sebagai dividen setiap tahun.

Namun, tantangan utama UNVR terletak pada stagnasi pendapatan dan laba yang belum menunjukkan pertumbuhan konsisten dalam lima tahun terakhir. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja harga saham jangka panjang, meskipun dividen yield relatif menarik.

Dari sisi teknikal, saham UNVR saat ini berada dalam fase sideways selama sekitar dua bulan terakhir. Hal ini terlihat dari EMA periode 20 yang cenderung datar. Area resistance berada di kisaran 2.810, sementara support terdekat berada di area 2.570.(Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)