Home - Internasional - Trump “U-Turn” Soal Greenland, Ancaman Tarif ke Eropa Resmi Dibatalkan

Trump “U-Turn” Soal Greenland, Ancaman Tarif ke Eropa Resmi Dibatalkan

Donald Trump membatalkan ancaman tarif ke Eropa setelah mengklaim kesepakatan Greenland mulai terbentuk, meredakan sementara krisis hubungan AS–Uni Eropa.

Kamis, 22 Januari 2026 - 8:22 WIB
Trump “U-Turn” Soal Greenland, Ancaman Tarif ke Eropa Resmi Dibatalkan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di Forum Ekonomi Dunia Davos, Rabu (21/1/2026) waktu setempat, setelah membatalkan ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa terkait isu Greenland. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.COM-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan membatalkan ancaman pengenaan tarif terhadap sekutu-sekutu Eropa setelah mengklaim bahwa kesepakatan mengenai masa depan Greenland sedang dalam proses. Perubahan sikap ini menandai u-turn signifikan Trump di tengah krisis hubungan transatlantik yang nyaris memicu perang dagang baru antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di sela Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) Davos, Rabu (21/1/2026) waktu setempat, dan diperkuat melalui unggahan di platform Truth Social. Trump memastikan bahwa tarif 10 persen yang sebelumnya ia ancamkan kepada delapan negara Eropa, termasuk Inggris, tidak jadi diberlakukan.

Keputusan itu diambil setelah Trump menggelar pertemuan yang ia sebut “sangat produktif” dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte.

Trump mengklaim pembicaraan tersebut menghasilkan kerangka kesepakatan jangka panjang terkait Greenland, bahkan mencakup wilayah Arktik secara lebih luas.

“Kami telah membentuk kerangka solusi masa depan untuk Greenland dan seluruh wilayah Arktik,” tulis Trump seperti dikutip Kamis (22/1/2026). “Ini akan menguntungkan Amerika Serikat dan semua negara NATO. Semua orang sangat senang.”

Meski demikian, Trump mengakui bahwa belum ada dokumen resmi yang ditandatangani, dan detail kesepakatan tersebut masih belum diungkap ke publik. Ia hanya menyebut telah berbicara dengan sejumlah pemimpin Eropa mengenai arah pembicaraan tersebut.

Dari Ancaman Tarif ke Pembatalan Total

Sebelumnya, Trump menyatakan akan mengenakan tarif 10 persen “pada semua barang” dari sejumlah negara Eropa sebagai respons atas penolakan mereka terhadap gagasan pengambilalihan Greenland. Ancaman ini memicu reaksi keras dari Uni Eropa dan Inggris, bahkan menyatukan tokoh-tokoh politik Inggris lintas partai, Keir Starmer, Kemi Badenoch, hingga Nigel Farage, dalam satu suara penolakan.

Kini, Trump menarik ancaman tersebut sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan kekuatan untuk merebut Greenland, meskipun tetap menyelipkan retorika keras.

“Saya tidak akan menggunakan kekerasan. Saya tidak ingin menggunakan kekerasan,” kata Trump. “Namun jika itu terjadi, militer kami akan tak terhentikan.”

Uni Eropa Tetap Gelar KTT Darurat

Meski ancaman tarif dibatalkan, KTT darurat Uni Eropa yang dijadwalkan berlangsung di Brussels tetap digelar. Pertemuan ini semula dirancang untuk membahas potensi langkah balasan terhadap tarif AS, serta merespons meningkatnya ketegangan terkait Greenland.

Para pemimpin Uni Eropa dan Denmark secara konsisten menegaskan bahwa Greenland tidak untuk dijual dan tidak dapat direbut, mengingat wilayah tersebut merupakan bagian dari Kerajaan Denmark dan berada dalam kerangka pertahanan NATO.

Ancaman Trump sebelumnya bahkan disebut-sebut nyaris mengguncang fondasi NATO, aliansi pertahanan yang dibentuk AS, negara-negara Eropa, dan Kanada sejak Perang Dingin.

Inggris Tegas Tak Bergeser

Menjelang perubahan sikap Trump, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa Inggris tidak akan bergeser dari prinsipnya.

“Saya tidak akan mengalah,” kata Starmer dalam sesi tanya jawab Perdana Menteri, menegaskan bahwa masa depan Greenland adalah urusan Denmark dan rakyat Greenland sendiri.

Starmer dijadwalkan menerima kunjungan Perdana Menteri Denmark di Downing Street, sebagai sinyal konsolidasi sikap Eropa pasca-krisis.

Trump masih berada di Davos dan dijadwalkan menghadiri upacara penandatanganan Dewan Perdamaian, sebuah inisiatif global yang ia usulkan untuk membantu menyelesaikan konflik internasional, termasuk di Gaza.

Ia juga dijadwalkan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk membahas perang Ukraina, di tengah berlanjutnya serangan drone dan rudal Rusia ke Kyiv.

Pembatalan ancaman tarif ke Eropa memberi sinyal de-eskalasi sementara dalam krisis AS–Eropa. Namun, ketiadaan dokumen resmi dan kejelasan isi kesepakatan Greenland membuat banyak pihak di Eropa tetap bersikap waspada.

Pertanyaan kuncinya kini: apakah u-turn Trump ini menandai kompromi nyata, atau sekadar jeda singkat dalam politik konfrontatif era Trump 2.0? (ren)