Trump Soal Minneapolis: “Kami akan Lakukan Apa pun yang Pantas”
Trump menyatakan siap melakukan apa pun yang dianggap pantas di Minneapolis di tengah memanasnya operasi imigrasi federal dan tekanan politik dari berbagai pihak.

HALLONEWS.COM-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya siap mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu terkait situasi di Minneapolis dan negara bagian Minnesota, di tengah meningkatnya ketegangan akibat operasi penegakan imigrasi federal.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat singgah di sebuah restoran di Iowa dan menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan penarikan agen federal dari wilayah Minneapolis.
“Kami akan melakukan apa pun yang pantas,” ujar Trump singkat seperti dikutip, Rabu (28/1/2026).
Trump kembali menegaskan bahwa pertemuan antara penasihat perbatasannya, Tom Homan, dengan para pejabat Demokrat di Minnesota berjalan dengan baik. Ia menyebut komunikasi antara pemerintah federal dan pemerintah daerah terus dilakukan di tengah situasi yang memanas.
Pernyataan itu muncul setelah Gedung Putih menarik Komandan Patroli Perbatasan Gregory Bovino dari Minnesota dan menunjuk Tom Homan untuk mengambil alih operasi Immigration and Customs Enforcement (ICE) di wilayah tersebut. Trump menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari perombakan internal.
“Anda harus merombak tim jika mereka tidak bekerja cukup cepat. Kami memiliki tim yang luar biasa,” kata Trump. Ia juga menyebut Bovino sebagai sosok yang “cukup nyeleneh”, meski mengakui kemampuan mantan komandan tersebut.
Dalam wawancara terpisah dengan media AS, Trump kembali menyinggung pergantian pejabat tersebut.
“Bovino sangat bagus, tapi agak nyeleneh. Dalam beberapa kondisi itu baik, tapi mungkin tidak di sini,” ujarnya.
Ketegangan di Minneapolis meningkat setelah tewasnya seorang warga negara AS dalam operasi ICE yang digelar pada awal Januari. Insiden tersebut memicu protes publik, kecaman dari politisi Partai Demokrat, serta desakan agar agen federal ditarik dari kota tersebut.
Situasi ini turut memicu tekanan politik dari internal Partai Republik. Dua senator Republik, Thom Tillis dan Lisa Murkowski, secara terbuka meminta Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem untuk mengundurkan diri.
“Saya tidak percaya padanya. Saya pikir dia harus mundur,” ujar Tillis kepada wartawan. Sementara Murkowski menyebut pengunduran diri Noem “mungkin sudah waktunya.”
Di sisi lain, pengadilan federal juga mengeluarkan putusan sementara yang melarang deportasi seorang anak laki-laki berusia lima tahun dan ayahnya, yang ditahan petugas imigrasi di Minnesota. Kasus tersebut memicu kontroversi setelah muncul tudingan bahwa anak tersebut digunakan sebagai “umpan” dalam proses penangkapan, klaim yang dibantah oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.
Di tengah tekanan tersebut, Trump menyatakan pemerintahannya akan “sedikit meredakan” situasi di Minneapolis, menyebut kebijakan terbaru sebagai perubahan pendekatan, bukan penarikan total agen federal.
Pernyataan Trump disampaikan bertepatan dengan rapat umumnya di Clive, Iowa, di mana ia kembali menyinggung isu imigrasi, ekonomi, dan inflasi menjelang agenda politik nasional berikutnya. (ren)
