Home - Internasional - Trump-Putin Segera Telepon Lagi, Zelenskyy Tekankan Jaminan Keamanan Nyata bagi Ukraina

Trump-Putin Segera Telepon Lagi, Zelenskyy Tekankan Jaminan Keamanan Nyata bagi Ukraina

Trump dan Putin akan telepon lagi. Zelenskyy tekankan jaminan keamanan nyata untuk Ukraina, dukungan Eropa tetap kuat, Donbas jadi isu utama.

Senin, 29 Desember 2025 - 20:20 WIB
Trump-Putin Segera Telepon Lagi, Zelenskyy Tekankan Jaminan Keamanan Nyata bagi Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump bertemu di Alaska pada Agustus 2025. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.COM — Kremlin mengumumkan bahwa Donald Trump dan Vladimir Putin akan melakukan panggilan telepon lagi “segera” menyusul percakapan mereka sebelum pertemuan Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di Florida.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa Rusia belum mengetahui hasil negosiasi antara AS dan Ukraina dan belum ada pembicaraan langsung antara Zelenskyy dan Putin. Namun, Kremlin menekankan tuntutannya agar Ukraina menarik pasukan dari Donbas untuk menghentikan pertempuran.

Trump menggambarkan percakapan dengan Putin sebagai “produktif” dan berjanji akan membahas langkah-langkah lebih lanjut setelah dialog dengan Zelenskyy.

Juru bicara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyambut baik “kemajuan signifikan” dalam pembicaraan, tetapi menekankan bahwa Rusia harus menghentikan serangan dan benar-benar berkomitmen pada perdamaian.

“Kami telah bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk mengamankan kesepakatan. Dukungan dan komitmen kami kepada Ukraina tetap sama seperti sebelumnya,” ujar juru bicara Downing Street, seperti dikutip Sky News, Senin (29/12/2025).

Pemerintah Inggris menolak komentar spesifik terkait dukungan militer di masa depan, menyatakan prioritas utama adalah menyelesaikan kesepakatan damai.

Negosiasi perdamaian juga melibatkan koalisi negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, dan Jerman, yang menegaskan bahwa perdamaian hanya mungkin jika Rusia benar-benar terlibat. Juru bicara Jerman menyatakan:

“Kami menyambut upaya Trump menuju perdamaian yang adil dan abadi, namun tanpa Rusia, perdamaian tidak mungkin terjadi.”

Menurut analis Sunday Times, Zelenskyy belajar dari pengalaman konfrontasi sebelumnya dengan Trump untuk menjaga dukungan presiden AS tetap berpihak pada Ukraina.

“Zelenskyy menyadari bahwa ia harus meyakinkan Trump bahwa Ukraina sangat ingin mencapai perdamaian. Jika gagal, kesalahan sepenuhnya berada pada Rusia, bukan Ukraina,” jelas Peter Conradi.

Zelenskyy menekankan pentingnya kehadiran pasukan internasional di Ukraina sebagai jaminan keamanan yang nyata. Ia menyetujui jaminan keamanan AS selama 15 tahun yang ditawarkan Trump, dengan syarat keterlibatan mitra Eropa.

“Kehadiran pasukan internasional memperkuat jaminan keamanan, memberi kepercayaan pada warga sipil, militer, dan investor bahwa agresi Rusia tidak akan kembali,” kata Zelenskyy.

Zelenskyy menegaskan perlunya gencatan senjata 60 hari untuk mengadakan referendum terkait rencana perdamaian. Paket kemakmuran pasca-perang juga mencakup pembicaraan tentang kesepakatan perdagangan bebas dengan AS.

Presiden Ukraina menekankan bahwa pertemuan dengan penasihat keamanan nasional AS dan Eropa akan berlangsung beberapa hari mendatang, diikuti perundingan dengan para pemimpin Eropa. Isu yang belum terselesaikan termasuk masa depan wilayah Donbas, yang tetap menjadi titik kritis dalam proses perdamaian. (ren)