Home - Internasional - Trump dan Zelenskyy Hampir Sepakat Akhiri Perang Ukraina, Donbas Jadi Batu Sandungan

Trump dan Zelenskyy Hampir Sepakat Akhiri Perang Ukraina, Donbas Jadi Batu Sandungan

Trump dan Zelenskyy capai kemajuan besar dalam pembicaraan damai Ukraina di Mar-a-Lago. Donbas masih jadi penghalang utama menuju akhir perang.

Senin, 29 Desember 2025 - 10:13 WIB
Trump dan Zelenskyy Hampir Sepakat Akhiri Perang Ukraina, Donbas Jadi Batu Sandungan
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berjabat tangan usai pertemuan damai di kediaman Mar-a-Lago, Florida, Minggu (28/12/2025) waktu setempat. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.COM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan telah mencapai kemajuan besar menuju perjanjian perdamaian untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina, meski wilayah Donbas masih menjadi penghalang utama dalam negosiasi.

Pertemuan keduanya berlangsung selama dua jam di kediaman Trump, Mar-a-Lago, Florida, Minggu (28/12/2025) waktu setempat, di mana mereka membahas kerangka perdamaian 20 poin yang mencakup jaminan keamanan, status wilayah sengketa, dan rencana rekonstruksi pascaperang.

“Kami jauh lebih dekat dengan kesepakatan. Banyak kemajuan telah dicapai,” kata Trump dalam konferensi pers usai pertemuan, seperti dilansir Sky News, Senin (29/12/2025). “Ini bukan proses satu hari, tapi kami sangat dekat dengan akhir perang.”

Trump menegaskan bahwa hasil pembicaraan kemungkinan akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang. Ia memuji Zelenskyy sebagai pemimpin berani dan menyebut Rusia “ingin melihat Ukraina berhasil”.

Zelenskyy, pada kesempatan yang sama, mengatakan 90% dari rencana perdamaian telah disetujui, sementara jaminan keamanan AS–Ukraina telah mencapai 100% kesepakatan. Namun Trump memperkirakan tingkat kesepakatan itu sekitar 95%, seraya menekankan masih ada “satu atau dua isu pelik”.

“Kami sepakat bahwa jaminan keamanan adalah tonggak penting untuk mencapai perdamaian abadi,” ujar Zelenskyy.

Donbas Jadi Isu Tersulit

Ketika ditanya mengenai kendala terbesar, Trump menyebut wilayah Donbas di Ukraina timur sebagai isu paling kompleks dalam negosiasi. Rusia menuntut kendali penuh atas wilayah itu sebagai syarat mengakhiri perang, sementara Ukraina menolak kehilangan kedaulatannya.

“Kami menghormati hukum dan rakyat kami. Sikap kami jelas,” tegas Zelenskyy. “Inilah alasan Presiden Trump menyebutnya pertanyaan yang sulit.”

Selain Donbas, keduanya juga membahas pembangkit nuklir Zaporizhzhia, yang berada di bawah kendali Rusia sejak 2022. Trump mengatakan Presiden Vladimir Putin “bekerja sama untuk membuka akses perbatasan” dan “serius terhadap perdamaian”, meski Moskow baru saja melancarkan serangan udara ke Kyiv menjelang pertemuan tersebut.

Dukungan dari Inggris dan Respons Moskow

Setelah diskusi di Mar-a-Lago, Trump dan Zelenskyy berbicara dengan para pemimpin Eropa, termasuk Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, yang menegaskan komitmen Inggris mempertahankan momentum perdamaian.

“Inggris berkomitmen bekerja sama dengan mitra internasional untuk memastikan proses ini terus berjalan,” kata juru bicara Downing Street.

Dari Moskow, penasihat Presiden Putin, Yuri Ushakov, menyebut pembicaraan telepon antara Trump dan Putin sebelum pertemuan berlangsung “ramah, baik hati, dan profesional”. Keduanya disebut akan berbicara lagi dalam waktu dekat untuk membahas tindak lanjut negosiasi.

Namun di lapangan, situasi masih tegang. Tiga bom udara berpemandu Rusia menghantam kawasan pemukiman di Sloviansk, Ukraina timur, menewaskan satu warga dan melukai tiga lainnya, menurut pejabat militer lokal Vadym Lakh.

Simbol Diplomasi Baru

Pertemuan di Florida menjadi simbol babak baru diplomasi internasional di bawah kepemimpinan Trump, yang berulang kali menyatakan akan mengakhiri perang Ukraina pada hari pertama masa jabatannya.

Meski masih banyak tantangan, kemajuan yang dicapai di Mar-a-Lago memberi sinyal kuat bahwa gencatan senjata mungkin tidak lagi jauh dari kenyataan. (ren)