Tren Kebakaran di Bekasi Menurun, Ancaman Korsleting Listrik Tetap Dominan
Sepanjang 2025, Kota Bekasi mencatat 314 kebakaran atau rata-rata dua hari sekali. Meski turun 8 persen dari 2024, korsleting listrik masih menjadi penyebab utama.

HALLONEWS.COM – Sepanjang 2025, api masih kerap menyala di Kota Bekasi. Catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menyebut sebanyak 314 peristiwa kebakaran terjadi selama setahun terakhir atau rata-rata dua hari sekali si jago merah berkobar.
Meski demikian, angka tersebut menunjukkan kabar baik. Jumlah kebakaran di 2025 tercatat turun sekitar 8 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 341 kejadian. Penurunan ini dinilai sebagai buah dari meningkatnya kesadaran warga terhadap upaya pencegahan kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi Abi Hurairah mengatakan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran terus mengalami perbaikan, terutama terkait penggunaan listrik di rumah tangga.
“Kesadaran masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan alat elektronik dan instalasi listrik terus kami tingkatkan melalui sosialisasi. Hal ini turut berkontribusi pada penurunan kejadian kebakaran,” kata Abi, Senin (5/1/2025).
Namun, di balik tren penurunan tersebut, korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran. Dari total 314 kejadian sepanjang 2025, sebanyak 206 kasus atau lebih dari 65 persen dipicu gangguan kelistrikan.
Selain korsleting, kebakaran juga disebabkan oleh pembakaran sampah, kebocoran gas atau BBM, kelalaian manusia, serta faktor alam. Dari sisi lokasi, kawasan permukiman warga menjadi wilayah paling rawan dengan 121 laporan kebakaran.
Sektor usaha seperti swalayan, toko, dan warung menyusul dengan 48 kejadian, sementara pabrik dan gudang tercatat mengalami 16 kebakaran. Secara ekonomi, kebakaran sepanjang 2025 menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp43,4 miliar.
Meski begitu, berkat respons cepat petugas pemadam, aset dan harta benda senilai Rp130,7 miliar berhasil diselamatkan.
Disdamkarmat Kota Bekasi pun kembali mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, tidak membakar sampah sembarangan, serta meningkatkan kewaspadaan terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Tren penurunan kebakaran ini juga terlihat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, Kota Bekasi mencatat 454 kejadian kebakaran, dengan korsleting listrik sebagai penyebab utama sebanyak 223 kasus. Angka itu turun signifikan pada 2024 menjadi 341 kejadian. (dul)
