Home - Teknologi & Digital - Tiongkok Percepat Era 6G: Dari Integrasi Satelit hingga Revolusi Industri Cerdas

Tiongkok Percepat Era 6G: Dari Integrasi Satelit hingga Revolusi Industri Cerdas

Tiongkok percepat pengembangan 6G: integrasi satelit orbit rendah, AI, dan jaringan pintar siap buka era “Intelligent of Everything”.

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:06 WIB
Tiongkok Percepat Era 6G: Dari Integrasi Satelit hingga Revolusi Industri Cerdas
China Mobile, operator telekomunikasi terbesar di dunia berdasarkan jumlah pelanggan seluler, telah berhasil meluncurkan satelit pertama di dunia untuk menguji arsitektur 6G pada tanggal 3 Februari 2024. Tiongkok mempercepat pengembangan teknologi komunikasi generasi keenam (6G) dengan integrasi satelit orbit rendah, kecerdasan buatan, dan jaringan udara-darat. Teknologi ini disebut akan menjadi fondasi ekonomi digital masa depan. Foto: Chinadaily for Hallonews

HALLONEWS.COM — Sementara dunia baru menyesuaikan diri dengan jaringan 5G, Tiongkok sudah melangkah lebih jauh. Di laboratorium-laboratorium riset yang jarang terlihat publik, pengembangan teknologi komunikasi seluler generasi keenam (6G) tengah berpacu dengan waktu.

Teknologi 6G, salah satu dari enam industri masa depan dalam Rencana Lima Tahun ke-15, kini memasuki tahap penting, percepatan inovasi dan kejelasan arah industri. Para ilmuwan menyebut 6G bukan sekadar peningkatan kecepatan internet, melainkan lompatan peradaban digital yang mengintegrasikan kecerdasan buatan, penginderaan cerdas, dan komunikasi ruang-udara-darat menjadi satu kesatuan jaringan global.

Dari 5G ke 6G: Evolusi dari “Terhubung” ke “Cerdas”

Jika 4G memunculkan era video dan media sosial, dan 5G mengubah industri menjadi serba digital, maka 6G adalah era di mana segala sesuatu akan “berpikir” dan berinteraksi secara mandiri.

“Evolusi dari 1G ke 5G adalah evolusi komunikasi. Namun 6G adalah evolusi kecerdasan,” kata Prof. Peng Mugen, Wakil Rektor Universitas Pos dan Telekomunikasi Beijing seperti dikutip CCTV, Rabu (31/12/2025).

“Komunikasi kita tidak lagi berhenti di permukaan tanah, tetapi menjangkau orbit rendah Bumi, dari komunikasi, menuju integrasi komunikasi, penginderaan, komputasi, dan kontrol.”

6G dirancang untuk mencapai latensi mikrodetik dan keandalan hampir 100%, memungkinkan kontrol industri nirkabel ultra-presisi dan sinkronisasi real-time di berbagai sektor, dari pabrik pintar hingga operasi medis jarak jauh.

Di Laboratorium Gunung Ungu, Nanjing, para insinyur berhasil melakukan demonstrasi pengendalian bola pingpong secara nirkabel menggunakan jaringan 6G dengan presisi dan stabilitas tinggi, sesuatu yang belum mampu dicapai oleh jaringan 5G.

Sementara itu, di Universitas Pos dan Telekomunikasi Beijing, satelit orbit rendah “BUPT-Galaxy” yang diluncurkan tahun 2022 kini menjadi bagian penting dari eksperimen komunikasi ruang Udara darat 6G. Satelit ini beroperasi stabil di orbit 500 kilometer di atas Bumi dan digunakan untuk riset konektivitas global.

“6G akan memperluas cakupan jaringan nirkabel dari darat ke langit dan laut,” ujar Prof. Peng.

“Tujuannya bukan sekadar mempercepat koneksi, tetapi membuat seluruh sistem berpikir dan merespons secara cerdas.”

Dalam jaringan 6G, puluhan ribu satelit orbit rendah (LEO) akan berfungsi sebagai simpul komunikasi global yang melengkapi jaringan darat.

“Kalau 4G dan 5G ibarat jalan raya, maka 6G adalah pusat transportasi cerdas tiga dimensi,” kata Du Ying, Wakil Direktur Institut Penelitian Komunikasi Nirkabel dan Seluler Tiongkok.

Jaringan orbit rendah memungkinkan latensi ultra-rendah dan konektivitas di wilayah yang sebelumnya tak terjangkau, seperti lautan, pegunungan, dan gurun.

“Begitu jaringan LEO selesai, kita akan punya koneksi global berkecepatan tinggi dengan latensi sangat kecil,” jelas Zhou Jing dari China Unicom Research Center.

Industri 6G Mulai Diuji

Implementasi 6G bukan hanya untuk komunikasi konsumen, tapi juga industri masa depan. Di Pusat Demonstrasi Kendaraan Cerdas 5G China Unicom, tim riset tengah menguji komunikasi darurat minibus otonom tanpa jaringan darat, memanfaatkan koneksi satelit orbit rendah.

Di pabrik pintar Nanjing, jaringan 5G sudah memungkinkan koordinasi 240 kendaraan otonom (AGV). Namun di era 6G, pabrik seperti ini akan menjadi “organisme cerdas,” setiap mesin mampu berkomunikasi, mengambil keputusan, dan memperbaiki kesalahan tanpa campur tangan manusia.

“Bayangkan pabrik yang berpikir sendiri,” kata Zhou Jianfeng, Wakil Presiden ZTE Corporation.

“6G akan menjadikan seluruh rantai produksi beroperasi layaknya satu tubuh dengan otak tersendiri.”

Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi Tiongkok dalam riset 6G. Teknologi ini kini resmi dimasukkan dalam laporan kerja pemerintah dan Rencana Lima Tahun ke-15.

Tiongkok telah menyelesaikan fase pertama uji coba teknologi 6G, mencakup lebih dari 300 inovasi utama, termasuk kecerdasan nirkabel, arsitektur jaringan baru, dan komunikasi satelit.

“Fase kedua sudah dimulai,” kata Du Ying. “Kami sedang membangun solusi kompetitif dan mempersiapkan keunggulan industri lebih awal.”

Menurut Li Yan, Deputi Direktur Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara, “Siklus peningkatan teknologi komunikasi rata-rata 10 tahun. Lima tahun ke depan akan menjadi periode emas bagi standardisasi dan komersialisasi 6G.”

Ekosistem 6G: Dari Beijing ke Dunia

Beijing menjadi kota pertama yang mengembangkan kebijakan industri 6G lokal. Di Kawasan Ekonomi Yizhuang, teknologi 6G mulai diintegrasikan dengan AI, kendaraan otonom, AR/VR, dan ekonomi dataran rendah, menjadikannya laboratorium hidup bagi masa depan industri digital Tiongkok.

“Kita sedang menyaksikan langkah menuju konektivitas cerdas global,” ujar seorang pejabat Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT).

Lebih dari sekadar kecepatan, 6G menjanjikan lompatan dari “Internet of Everything” ke “Intelligent of Everything.”

Jaringan ini akan memungkinkan interaksi holografik imersif, operasi medis presisi jarak jauh, transportasi otonom lintas udara-darat, hingga sistem peringatan bencana berbasis sensor mikro.

“6G bukan sekadar jaringan komunikasi,” kata Du Ying. “Ia akan menjadi sistem saraf baru bagi dunia digital.” (ren)