Home - Nasional - Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemerintah Renovasi 60.000 Sekolah Tahun ini

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemerintah Renovasi 60.000 Sekolah Tahun ini

Presiden Prabowo Subianto menargetkan renovasi 60.000 sekolah sepanjang 2026. Program ini menjadi langkah besar pemerintah memperkuat kualitas pendidikan dan SDM Indonesia.

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:00 WIB
Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemerintah Renovasi 60.000 Sekolah Tahun ini
Presiden Prabowo Subianto. Hallonews.com

HALLONEWS.COM – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tancap gas melakukan pembenahan sektor pendidikan.

Sepanjang tahun 2026, sebanyak 60.000 sekolah di seluruh Indonesia ditargetkan direnovasi, sebagai bagian dari agenda besar peningkatan mutu pendidikan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama kemajuan bangsa.

“Tahun ini kita mulai renovasi 60.000 sekolah. Total sekolah kita sekitar 300.000, dan itu akan kita benahi secara bertahap,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Menurut Prabowo, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) merupakan kunci utama agar Indonesia mampu bersaing dan naik kelas sebagai bangsa maju.

Pendidikan yang berkualitas diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Hanya dengan iptek, sebuah bangsa bisa mencapai peradaban tinggi dan memberi kehidupan yang layak bagi rakyatnya, bebas dari kemiskinan dan kelaparan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan peran strategis SMA Taruna Nusantara sebagai sekolah unggulan yang dirancang untuk menjaring dan membina putra-putri terbaik bangsa. Sekolah ini diproyeksikan menjadi kawah candradimuka bagi calon pemimpin masa depan.

Model pendidikan serupa, kata Prabowo, telah lama diterapkan di berbagai negara maju. Oleh karena itu, Indonesia perlu memperluas keberadaan sekolah-sekolah unggulan berbasis karakter, disiplin, dan prestasi akademik.

Saat ini, SMA Taruna Nusantara telah beroperasi di Magelang, Malang, dan Cimahi. Pemerintah juga tengah menyiapkan kampus baru di Kalimantan, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan, yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.

Tak berhenti di situ, Presiden Prabowo juga mengumumkan rencana pendirian 20 SMA baru bernama SMA Garuda. Ke depan, hampir setiap provinsi ditargetkan memiliki minimal satu SMA Taruna Nusantara atau SMA Garuda.

Selain jenjang menengah, pemerintah merancang pembangunan sekolah unggulan terintegrasi di tingkat kabupaten. Target ambisius pun dipasang 500 sekolah unggulan rampung dalam empat tahun ke depan.

Langkah besar ini menegaskan arah kebijakan Prabowo yang menempatkan pendidikan sebagai investasi jangka panjang demi mencetak generasi unggul dan memperkuat daya saing Indonesia di masa depan. (min)