Home - Internasional - Timeline Ketegangan AS–Iran Januari 2026: Dari Protes Jalanan hingga Ancaman Armada Perang

Timeline Ketegangan AS–Iran Januari 2026: Dari Protes Jalanan hingga Ancaman Armada Perang

Timeline lengkap ketegangan AS–Iran Januari 2026, dari protes di Iran hingga ancaman pengerahan armada perang Amerika Serikat.

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:57 WIB
Timeline Ketegangan AS–Iran Januari 2026: Dari Protes Jalanan hingga Ancaman Armada Perang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait Iran di tengah meningkatnya ketegangan militer dan diplomatik. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.COM-Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat drastis sepanjang Januari 2026, dipicu oleh gelombang protes domestik di Iran yang kemudian berkembang menjadi krisis geopolitik berskala regional. Berikut rangkaian peristiwa utama secara kronologis:

28 Desember 2025

Protes meletus di berbagai kota di Iran akibat lonjakan harga dan melemahnya mata uang nasional. Aksi tersebut berkembang menjadi kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum.

2 Januari 2026

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa Washington memantau ketat penanganan protes di Iran dan siap bertindak jika demonstran terus menjadi korban kekerasan.

Iran menanggapi dengan menuding AS dan Israel mencampuri urusan dalam negeri dan memanfaatkan situasi domestik sebagai dalih intervensi.

9–10 Januari 2026

Media AS melaporkan bahwa Gedung Putih meninjau opsi serangan militer terhadap Iran. Trump kembali menyatakan AS siap membantu demonstran Iran. Teheran menyebut situasi tersebut sebagai ancaman keamanan nasional dan meningkatkan kesiapsiagaan militer.

12 Januari 2026

Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan agar warga Amerika meninggalkan Iran. Washington juga mengumumkan tarif tambahan terhadap negara yang tetap berhubungan dagang dengan Iran. Iran menyatakan kesiapan bernegosiasi secara adil, sambil menegaskan tidak gentar menghadapi perang.

13 Januari 2026

AS mempertimbangkan sanksi lanjutan, operasi siber, dan opsi militer. Trump mengumumkan pembatalan seluruh pertemuan dengan pejabat Iran. Iran memperingatkan akan membalas setiap pelanggaran wilayahnya.

14 Januari 2026

AS mulai menarik sebagian personel dari pangkalan Timur Tengah dan meningkatkan patroli udara di sekitar Iran. Iran mengintensifkan diplomasi regional dan membawa isu ketegangan ke forum internasional.

15 Januari 2026

Washington menjatuhkan sanksi baru dan mengerahkan kapal induk tambahan ke Timur Tengah. Iran menutup sementara wilayah udaranya dan meminta Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat.

16 Januari 2026

Trump menyatakan telah memutuskan untuk tidak melancarkan serangan militer. Iran mengumumkan ribuan orang ditangkap atas dugaan keterlibatan dalam kerusuhan.

21 Januari 2026

AS memperingatkan Iran akan menghadapi konsekuensi lebih berat jika mengeksekusi demonstran atau melanjutkan aktivitas nuklir. Iran menegaskan setiap serangan akan dibalas tegas.

25 Januari 2026

Gugus tempur kapal induk AS tiba di Timur Tengah. Iran menyatakan angkatan bersenjatanya dalam status siaga penuh.

27 Januari 2026

AS mengumumkan pengerahan armada laut tambahan dan menggelar latihan udara besar-besaran. Iran menggelar latihan tembak langsung di sekitar Selat Hormuz.

28 Januari 2026

Trump memperingatkan waktu diplomasi hampir habis dan menyebut armada AS siap bertindak. Iran memperingatkan pembalasan menyeluruh jika diserang.

30 Januari 2026

AS menjatuhkan sanksi baru, termasuk menargetkan sektor kripto terkait IRGC. Iran menegaskan tidak menginginkan perang, tetapi siap menghadapi agresi.

31 Januari 2026

Trump menyatakan Iran serius dalam pembicaraan, namun mengancam pengerahan militer tambahan jika diplomasi gagal. Iran mengonfirmasi persiapan kerangka negosiasi sambil mempertahankan kesiapan tempur penuh. (ren)