TikTok Mulai Ditinggalkan Pengguna, Warga AS Pilih UpScrolled Buatan Pria Palestina
Warganet AS ramai-ramai uninstall TikTok di tengah kontroversi perubahan kebijakan dan kepemilikan platform tersebut

HALLONEWS.COM— Aplikasi media sosial UpScrolled mendadak menjadi fenomena baru di Amerika Serikat setelah mencatat lonjakan unduhan signifikan sepanjang Januari 2026. Platform ini ramai digunakan oleh warganet AS yang meninggalkan TikTok di tengah kontroversi perubahan kebijakan dan kepemilikan platform tersebut.
Berdasarkan data pemantauan toko aplikasi, UpScrolled menempati peringkat teratas kategori social networking di Apple App Store Amerika Serikat, mengungguli TikTok, Instagram, dan Threads. Lonjakan ini terjadi hanya dalam hitungan hari, dipicu arus migrasi pengguna, terutama dari kalangan Generasi Z dan kreator konten digital.
UpScrolled menawarkan konsep berbeda dibanding media sosial arus utama. Aplikasi ini mengusung linimasa kronologis, tanpa algoritma rekomendasi agresif, serta mengklaim tidak menerapkan shadow ban terhadap konten pengguna.
Pengguna UpScrolled juga dapat membagikan video pendek, foto, dan unggahan teks, dengan sistem distribusi konten yang dinilai lebih transparan. Model ini disebut menjadi daya tarik utama bagi kreator yang merasa jangkauan kontennya dibatasi di platform besar.
“Di UpScrolled, semua postingan punya peluang yang sama untuk dilihat,” tulis salah satu pengguna dalam ulasan aplikasi di App Store AS.
Dalam periode sepekan terakhir, UpScrolled dilaporkan meraih ratusan ribu unduhan baru di Amerika Serikat. Bahkan, tingginya trafik sempat menyebabkan gangguan teknis dan antrean pendaftaran akun baru, yang dikonfirmasi langsung oleh pihak pengembang aplikasi.
Pihak UpScrolled menyatakan sedang meningkatkan kapasitas server untuk mengakomodasi pertumbuhan pengguna yang jauh melampaui proyeksi awal.
UpScrolled dikembangkan oleh pria Palestina, Issam Hijazi. Issam adalah seorang teknolog independen yang menyatakan visinya membangun platform media sosial berbasis kendali pengguna, kebebasan berekspresi, dan transparansi sistem. Aplikasi ini pertama kali diluncurkan pada pertengahan 2025 dan sebelumnya hanya memiliki basis pengguna terbatas.
UpScrolled disokong oleh inkubator startup bernama Tech for Palestine, yakni sebuah proyek advokasi yang membantu mendanai inisiatif teknologi untuk mendukung perjuangan Palestina. Fakta ini diungkap Issam Hijazi di salah satu wawancara bersama media di AS.
Namun situasi geopolitik digital di AS, khususnya polemik TikTok, mengubah UpScrolled menjadi tujuan migrasi massal warganet.
Meski popularitasnya meroket, analis teknologi menilai UpScrolled masih menghadapi tantangan besar, mulai dari keamanan data, moderasi konten, hingga keberlanjutan bisnis jika ingin bersaing jangka panjang dengan raksasa media sosial global. (gaa)
