Tiga Tahun Berdiri, FK IPB University Tancap Gas Kembangkan Kedokteran Berbasis Teknologi
IPB University perluas kontribusi nasional lewat Fakultas Kedokteran berbasis teknologi dan pendekatan one health.

HALLONEWS.COM – IPB University terus memperluas kontribusinya dalam pembangunan nasional melalui penguatan Fakultas Kedokteran (FK).
Memasuki tahun ketiga sejak berdiri, FK IPB terus berkembang dan meraih capaian signifikan di bidang pendidikan, penelitian, dan transformasi teknologi kesehatan.
Dekan Fakultas Kedokteran IPB University, Dr dr Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, SpOG dalam sharing session overview Fakultas Kedokteran untuk Kedokteran Masa Depan mengatakan, IPB University tidak hanya dikenal dari kekuatan agromaritim, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pengembangan dunia kedokteran.
“Fakultas Kedokteran saat ini sudah memasuki tahun ketiga dan kami memiliki jumlah dosen serta mahasiswa yang sangat ideal sebagai investasi awal pembangunan fakultas,” ujarnya di sidang pleno Senat Akademik (SA) Kampus IPB Dramaga, Bogor (20/1/2026).
Ia menambahkan, FK IPB telah menyelesaikan proses akreditasi pada akhir tahun 2025 dan tetap menjaga konsistensi pengembangan sesuai Rencana Strategis (Renstra).
“FK IPB juga telah menerapkan community based health education melalui kurikulum transformasi yang berkesinambungan sejak jenjang mahasiswa,” ujarnya.
Pendalaman klinis, paparan teknologi medis sejak dini, serta pengembangan genomik, herbal, dan pendekatan one health menjadi bagian penting dalam arah pengembangan tersebut.
Seluruh konsep ini, sebutnya, diterjemahkan dalam investasi sarana-prasarana, termasuk rencana rumah sakit pendidikan dan klinik komunitas.
Dalam konteks transformasi teknologi, Dr Ivan menyoroti perubahan besar pasca pandemi COVID-19 yang mendorong adopsi digital, telemedicine, electronic medical record, kecerdasan buatan (AI), hingga robotika.
Ia menegaskan bahwa, data menjadi modal utama dalam pengembangan layanan kesehatan modern.
“Dengan basis data yang kuat dan tata kelola yang tepat, kita dapat mengembangkan big data analytic capability yang terintegrasi dengan kapasitas IPB University secara menyeluruh,” jelasnya.
Salah satu sorotan utama adalah pengembangan bedah robotik (robotic surgery) sebagai bagian dari layanan kuratif.
Menurut Dr Ivan, teknologi ini memungkinkan tindakan medis yang lebih presisi, minim perdarahan, dan pemulihan lebih cepat.
“Bedah robotik bukan robot yang menggantikan dokter, tetapi dokter yang mengendalikan robot dengan tingkat akurasi tinggi,” katanya.
Ia mencontohkan, operasi yang sebelumnya membutuhkan waktu pemulihan panjang kini dapat dilakukan dengan rawat inap singkat.
Ia juga menekankan tantangan pemerataan layanan kesehatan di Indonesia, terutama keterbatasan akses dokter spesialis di daerah.
Dr Ivan menilai, IPB University memiliki peluang besar untuk berkontribusi melalui kolaborasi lintas fakultas, mulai dari riset AI, pengembangan perangkat medis, pelatihan tenaga kesehatan, hingga kajian kebijakan dan ekonomi kesehatan.
“Teknologi kedokteran adalah investasi jangka panjang. IPB University siap menjadi bagian dari ekosistem yang membangun akses layanan kesehatan yang berkualitas,” katanya. (opy)
