Home - Megapolitan - Teror Subuh di Ampera Raya, Polisi Pastikan Lindungi Korban Pengeroyokan Karyawan Ritel

Teror Subuh di Ampera Raya, Polisi Pastikan Lindungi Korban Pengeroyokan Karyawan Ritel

Polisi menyelidiki dugaan pengeroyokan karyawan ritel di Ampera Raya Jakarta Selatan meski korban belum melapor resmi.

Senin, 2 Februari 2026 - 21:00 WIB
Teror Subuh di Ampera Raya, Polisi Pastikan Lindungi Korban Pengeroyokan Karyawan Ritel
Tangkapan layar rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap karyawan ritel di kawasan Ampera Raya, Jakarta Selatan. Foto: TikTok/@Viraljakartaselatan

HALLONEWS.COM – Aparat kepolisian bergerak cepat menyusul mencuatnya dugaan pengeroyokan brutal terhadap karyawan ritel daring di kawasan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Meski hingga kini para korban belum membuat laporan resmi, Polres Metro Jakarta Selatan memastikan proses penyelidikan tetap berjalan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Murodih, menegaskan bahwa kepolisian tidak tinggal diam menghadapi peristiwa yang telah memicu keresahan publik tersebut. Sejumlah langkah awal telah dilakukan penyidik, mulai dari pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) hingga pengumpulan keterangan saksi di lokasi.

“Proses penyelidikan tetap kami lakukan. Namun untuk langkah hukum lanjutan, kami masih menunggu laporan resmi dari pihak korban, baik ke Polsek maupun ke Polres,” ujar Murodih, Senin (2/2/2026).

Ia menekankan bahwa kepolisian menjamin perlindungan penuh bagi korban yang memilih melapor. Berdasarkan pendalaman sementara, polisi mencatat sedikitnya tujuh orang diduga terlibat langsung dalam aksi pemukulan terhadap para karyawan ritel tersebut.

Kasus ini mencuat setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) beredar luas di media sosial. Insiden terjadi pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, saat aktivitas karyawan gudang ritel daring masih berlangsung.

Rekaman CCTV memperlihatkan situasi awal yang tampak biasa di area parkiran. Namun keadaan berubah kacau ketika sebuah mobil masuk dan menabrak salah satu sepeda motor karyawan yang terparkir. Motor berwarna putih itu terpental dan mengalami kerusakan parah.

Bukannya berhenti, mobil tersebut justru terus melaju hingga menghantam pohon di sekitar lokasi, menyebabkan sebagian batang pohon terkelupas. Kejadian itu menarik perhatian sejumlah pria di sekitar parkiran yang kemudian mendekati mobil, membuka pintu, dan berkerumun di sekitarnya.

Situasi yang awalnya terlihat seperti upaya klarifikasi berubah menjadi aksi kekerasan terbuka. Rekaman lanjutan menunjukkan empat pria lain datang menyusul dari arah yang sama. Mereka sempat berjabat tangan dengan kelompok awal, sebelum secara tiba-tiba melancarkan penyerangan serempak.

Seorang korban yang sedang berjongkok dipukul oleh pria berbaju krem, lalu ditendang oleh pria berbaju hitam. Kekerasan berlanjut ketika salah satu pelaku mengambil keranjang plastik hijau dan melemparkannya ke arah karyawan gudang. Para pelaku juga merangsek ke pintu masuk gudang sambil melontarkan kata-kata kasar, sebelum kembali menghajar sejumlah pegawai di area parkiran.

Teror bahkan berlanjut hingga ke dalam gudang. Kamera CCTV internal merekam seorang karyawan berbaju hitam dikejar oleh pelaku berbaju putih. Di sudut lain, seorang pegawai berkaus putih tampak dimarahi oleh salah satu pelaku yang mondar-mandir di lorong gudang, seolah mencari sesuatu di antara rak-rak produk.

Sementara itu, Kapolsek Cilandak Anggiat Sinambela membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum menerima laporan resmi, baik dari korban penganiayaan maupun dari pemilik sepeda motor yang rusak.

“Kami sudah mendatangi lokasi dan melakukan interogasi awal. Korban dan pihak gudang sudah kami imbau untuk segera membuat laporan, tetapi sampai hari ini belum ada yang datang,” kata Anggiat. (als)