Terminal Terpadu Dinilai Mendesak, Warga Rajeg Tak Ingin Lagi Bergantung Kalideres
Kepadatan penduduk di Kecamatan Rajeg menjadikan wilayah ini sebagai kecamatan terpadat kedua di Kabupaten Tangerang setelah Pasar Kemis.

HALLONEWS.COM – Kepadatan penduduk di Kecamatan Rajeg menjadikan wilayah ini sebagai kecamatan terpadat kedua di Kabupaten Tangerang setelah Pasar Kemis.
Pertumbuhan pesat tersebut dipicu maraknya investasi pengembang perumahan, baik skala besar seperti Puri Jaya maupun pengembang kecil yang membangun dalam jumlah terbatas.
Seiring meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan akan sistem transportasi yang terintegrasi dinilai semakin mendesak. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya agen bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang beroperasi di Rajeg tanpa penataan yang terpusat.
Keberadaan agen-agen bus tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar dapat tertata dengan baik, sekaligus memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Sokhibi, inisiator Gerakan Rajeg Punya Terminal yang melakukan penelitian di wilayah Rajeg, menegaskan bahwa pembangunan terminal terpadu bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan.
“Rajeg dihuni banyak masyarakat urban yang mayoritas pendatang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perumahan yang terus berkembang. Dari hasil riset yang kami lakukan, kebutuhan masyarakat terhadap terminal terpadu sudah sangat mendesak,” ujar Sokhibi
kepada Hallonews.com, Senin (26/1/2026).
Menurut Sokhibi, hasil riset tersebut juga memetakan kebutuhan utama dalam terminal terpadu, yakni layanan bus AKAP serta angkutan Transjabodetabek yang terintegrasi. Kehadiran moda transportasi ini dinilai akan sangat membantu mobilitas warga menuju berbagai wilayah di Jabodetabek maupun luar provinsi.
Dukungan terhadap rencana pembangunan terminal terpadu juga datang dari masyarakat.
Salah seorang warga Desa Sukatani mengaku sangat setuju jika terminal terpadu dibangun di Rajeg. Selama ini, ia harus menuju Terminal Kalideres atau Poris Plawad untuk melakukan perjalanan mudik ke Purworejo.
“Kalau ada terminal di Rajeg tentu sangat membantu. Tidak perlu jauh-jauh lagi ke Kalideres atau Poris,” ungkapnya.
Diketahui, di Kecamatan Rajeg terdapat sejumlah perusahaan otobus (PO) yang sudah dikenal luas masyarakat, di antaranya PO Garuda Mas, Agra Mas, Bejeu, PEBEPE, Brave, Sumber Jaya Makmur, Murni Jaya, dan Sinar Jaya.
Dari sejumlah PO tersebut, baru PO Agra Mas yang telah memiliki pool sendiri, sementara perusahaan otobus lainnya masih menyewa lahan untuk keperluan operasional.
Keberadaan terminal terpadu di Rajeg diharapkan dapat menjadi solusi penataan transportasi, meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas warga, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi daerah dari sektor transportasi dan jasa pendukungnya. (gin)
