Tekan Angka Kemiskinan Lewat Pendidikan, Dinsos Kota Tangerang Dampingi 174 Mahasiswa Penerima Bansos 2026
Dinsos Kota Tangerang membekali 174 mahasiswa penerima bansos biaya pendidikan 2026 untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi dan memutus rantai kemiskinan

HALLONEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menjadikan pendidikan tinggi sebagai instrumen strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Melalui Dinas Sosial (Dinsos), Pemkot Tangerang membekali 174 mahasiswa penerima Bantuan Sosial (Bansos) Biaya Pendidikan Tahun Anggaran 2026 agar mampu memanfaatkan bantuan secara tepat, tertib, dan bertanggung jawab.
Pembekalan tersebut dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang digelar di Ruang Al Amanah, Lantai 5 Puspem Kota Tangerang, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan kapasitas penerima manfaat, bukan sekadar penyaluran bantuan finansial.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Acep Wahyudi, menjelaskan bahwa program bantuan pendidikan ini menyasar mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang secara administratif tercatat sebagai warga Kota Tangerang.
“Dari proses seleksi awal terdapat 191 calon penerima, dan setelah verifikasi serta validasi data, sebanyak 174 mahasiswa dinyatakan memenuhi syarat,” ujar Acep.
Ia menegaskan, penerima bantuan wajib memiliki KTP Kota Tangerang serta terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1 sampai 5, sebagai indikator keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah hingga rentan.
Menurut Acep, sosialisasi SPJ bukan sekadar aspek administratif, melainkan bagian dari pendidikan nilai tanggung jawab dan transparansi kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus.
“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa bantuan ini adalah amanah. Penggunaannya harus jelas, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Lebih jauh, Acep berharap bantuan sosial pendidikan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dari sisi akademik maupun nonakademik.
“Kami berharap mereka tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja, bahkan di tingkat global,” tambahnya.
Program ini juga membawa dampak emosional bagi para penerima. Salah satunya dirasakan Lola, mahasiswi Semester 5 Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), yang selama ini harus membiayai kuliahnya sambil bekerja akibat kondisi keluarga yang terbatas.
“Awalnya aku tidak menyangka bisa lolos.
Bantuan ini benar-benar meringankan beban keluarga. Aku ingin lulus tepat waktu dan bisa membahagiakan orang tua,” ungkapnya.
Ia pun menyemangati mahasiswa lain yang berada dalam kondisi serupa agar tidak menyerah pada keterbatasan ekonomi dan berani mengakses program bantuan yang tersedia.
Melalui skema bantuan sosial biaya pendidikan ini, Dinsos Kota Tangerang menargetkan peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi, sekaligus memastikan intervensi pemerintah tepat sasaran dan berdampak jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.(wib)
