Tanggul Jebol Terjang Jawa Tengah, Kementerian PU Turun Tangan Bergerak Cepat di Jepara hingga Kudus
Kementerian PU bergerak cepat menangani tanggul jebol di Jepara, Pati, Kudus, dan Rembang akibat banjir. Penanganan darurat dikerahkan demi keselamatan warga.

HALLONEWS.COM — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani sejumlah tanggul jebol di berbagai wilayah Jawa Tengah akibat luapan sungai yang dipicu tingginya debit air.
Penanganan darurat dilakukan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana di sejumlah daerah rawan, seperti Jepara, Pati, Kudus, dan Rembang yang berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Wiso, Gelis, dan Seluna.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa respons cepat dan kolaboratif menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat bencana hidrometeorologi.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran teknis di lapangan untuk segera melakukan penanganan darurat dengan tetap mengutamakan keselamatan warga dan petugas.
“Kami minta seluruh jajaran bergerak cepat dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta masyarakat, sambil terus memantau debit air dan faktor keselamatan,” ujar Dody.
Di Kabupaten Jepara, penanganan darurat telah dilakukan di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung. BBWS Pemali Juana bersama masyarakat memperkuat tanggul menggunakan cerucuk bambu, sesek bambu, dan sandbag. Langkah serupa juga dilakukan secara swadaya oleh warga Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan.
Sementara itu, di Desa Tempur, Jepara, proses penanganan masih berlangsung melalui pemasangan bronjong pabrikasi hasil kolaborasi BBWS Pemali Juana dan Pemerintah Kabupaten Jepara. Adapun di Desa Pringtulis, penanganan belum dapat dilakukan karena akses menuju lokasi terputus dan debit air masih tinggi. Penanganan lanjutan akan dilakukan setelah kondisi memungkinkan.
Di Kabupaten Pati, penanganan darurat dilakukan di Desa Tunjungrejo dan Desa Bulumanis Kidul. Alat berat berupa excavator serta material darurat seperti cerucuk bambu, glugu, dan ribuan sandbag telah dikerahkan.
Kegiatan ini melibatkan BBWS Pemali Juana, Dinas PUPR Kabupaten Pati, serta pemerintah desa setempat. Namun, beberapa titik lain masih menunggu perbaikan akses sebelum penanganan lanjutan dilakukan.
Sementara di Kabupaten Kudus, penanganan darurat telah dilakukan di Desa Demangan melalui pemasangan sandbag berisi tanah. Selain itu, dilakukan pembersihan sampah yang menyumbat aliran sungai untuk memperlancar arus air. Penanganan titik jebolan lainnya menunggu penurunan debit banjir.
Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, memastikan pihaknya terus memantau kondisi lapangan dan menyiapkan langkah penanganan darurat maupun permanen secara bertahap.
“Upaya ini untuk meminimalkan risiko lanjutan dan melindungi permukiman warga,” ujarnya.
Di sisi lain, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta turut membersihkan sampah di sekitar jembatan jalan nasional serta menambal lubang jalan pascabanjir demi keselamatan lalu lintas.(ver)
