Home - Nasional - Tambang Ilegal di Sumbar Disorot, Bareskrim Kirim Tim Khusus Usut Dugaan Keterlibatan Korporasi

Tambang Ilegal di Sumbar Disorot, Bareskrim Kirim Tim Khusus Usut Dugaan Keterlibatan Korporasi

Bareskrim Polri menurunkan tim khusus ke Sumatera Barat untuk mengusut maraknya tambang emas ilegal. Dugaan keterlibatan korporasi besar masih diselidiki.

Selasa, 13 Januari 2026 - 14:30 WIB
Tambang Ilegal di Sumbar Disorot, Bareskrim Kirim Tim Khusus Usut Dugaan Keterlibatan Korporasi
Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni. Hallonews.Com

HALLONEWS.COM – Maraknya praktik tambang emas ilegal di Sumatera Barat (Sumbar) kembali menjadi sorotan nasional.

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri resmi menurunkan tim khusus ke sejumlah wilayah di Sumbar untuk mendalami dugaan aktivitas penambangan tanpa izin, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak korporasi.

Direktur Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni menegaskan, penyelidikan masih berjalan dan pihaknya belum dapat memastikan apakah ada perusahaan besar yang terlibat dalam praktik tambang ilegal tersebut.

“Kami sedang melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Belum tentu ada keterlibatan korporasi, bisa iya, bisa juga tidak,” ujar Irhamni, Selasa (13/1/2026).

Menurut Irhamni, tim dari Dittipidter saat ini telah berada di lapangan dan berkoordinasi intensif dengan Polda Sumatera Barat serta jajaran polres di wilayah yang diduga menjadi lokasi penambangan emas ilegal.

Langkah tegas Bareskrim ini dilakukan setelah adanya koordinasi dengan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, yang menyampaikan bahwa praktik penambangan emas ilegal di Sumbar sudah berlangsung lama dan tersebar di berbagai daerah.

“Tambang ilegal ini bukan hanya satu kasus. Ada di Pasaman, Pasaman Barat, Solok Selatan, Sijunjung, dan beberapa wilayah lainnya. Kasus Nenek Saudah hanyalah puncak dari gunung es,” kata Andre.

Andre juga menegaskan bahwa aktivitas tambang ilegal di Sumbar telah menjadi rahasia umum dan meminta aparat penegak hukum di daerah tidak menutup mata terhadap keberadaan tambang liar yang berpotensi merusak lingkungan.

Ia mengaitkan persoalan tambang ilegal dengan risiko bencana alam yang kerap melanda Sumatera Barat akibat kerusakan ekosistem sungai dan hutan.

“Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk memberantas tambang ilegal. Ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga menyangkut keselamatan lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Bareskrim Polri pun mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas penambangan ilegal di wilayah Sumatera Barat.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Informasi sekecil apa pun akan kami tindak lanjuti demi penegakan hukum yang adil,” pungkas Irhamni (min)