Tak Tunggu Lama, Rumah Korban Bencana Sumatera Segera Dibangun! Prabowo Tuai Apresiasi Daerah
Pemerintah percepat pembangunan rumah korban bencana di Tapanuli Utara sebagai bukti komitmen Prabowo hadir untuk rakyat.

HALLONEWS.COM – Pemerintah pusat bergerak cepat dalam menangani dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Tak menunggu waktu lama, pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana resmi dimulai, menandai komitmen kuat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memastikan pemulihan masyarakat berjalan konkret dan terukur.
Langkah cepat ini ditunjukkan melalui peletakan batu pertama pembangunan ratusan unit rumah bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
Prosesi peletakan batu pertama tersebut dilakukan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, sebagai simbol dimulainya fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pembangunan hunian tetap ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak warga yang selama berbulan-bulan harus bertahan di pengungsian atau rumah sementara. Pemerintah menargetkan rumah yang dibangun tidak hanya layak huni, tetapi juga aman dan tahan terhadap potensi bencana serupa di masa depan.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa percepatan pembangunan rumah korban bencana merupakan arahan langsung Presiden Prabowo. Menurutnya, negara tidak boleh lambat dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat terdampak.
“Ini bukan sekadar simbol. Ini kerja nyata. Presiden meminta agar rakyat yang terdampak bencana segera mendapat rumah yang layak, bukan janji,” ujar Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mempercepat pendataan dan penyiapan lahan agar pembangunan tidak terhambat secara administratif.
Ia juga meminta kepala daerah memastikan bantuan tepat sasaran dan bebas dari persoalan hukum.
Program pembangunan hunian tetap ini merupakan bagian dari upaya nasional pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera.
Pemerintah juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak swasta dan lembaga sosial guna mempercepat realisasi pembangunan rumah bagi warga terdampak.
Warga setempat menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Bagi mereka, rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga simbol harapan untuk memulai kembali kehidupan setelah bencana.
Dengan dimulainya pembangunan ini, pemerintah berharap proses pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat terdampak dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kehadiran negara di saat krisis. (gin)
