Survei BNN 4,15 Juta Penduduk Indonesia Terlibat Narkoba: Luncurkan Program Pencegahan dan Pemulihan
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, menekankan pentingnya data prevalensi penyalahgunaan narkoba sebagai landasan kebijakan penanggulangan narkoba.

HALLONEWS.COM – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, menekankan pentingnya data prevalensi penyalahgunaan narkoba sebagai landasan kebijakan penanggulangan narkoba.
Pada uji publik pengukuran prevalensi penyalahgunaan narkoba periode 2023-2025, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/12/2025) lalu.
Suyudi menyatakan bahwa kebijakan yang baik harus didasarkan pada data valid dan kredibel, bukan asumsi semata.
Hasil survei prevalensi penyalahguna narkoba 2023-2025 menunjukkan angka 2,11 persen atau setara 4,15 juta penduduk Indonesia, meningkat dari 1,73 persen pada 2023.
Ketua tim peneliti, Mashuri Imron, menyatakan bahwa angka ini masih under value dan realita penyalahguna sebenarnya lebih tinggi.
Faktor lingkungan sosial menjadi penyebab utama peningkatan penyalahgunaan narkoba. BNN telah menyiapkan langkah strategis, seperti Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN), program ANANDA Bersinar, dan pemulihan kampung harapan Bersih Narkoba (Bersinar). Pendekatan komprehensif ini diharapkan menekan laju peningkatan prevalensi narkoba dan menjaga kualitas SDM Indonesia. (gin)
