Home - Megapolitan - Super Flu Mengintai, Ini Strategi Kota Bekasi Cegah Penularan Virus Influenza A

Super Flu Mengintai, Ini Strategi Kota Bekasi Cegah Penularan Virus Influenza A

Kota Bekasi siaga hadapi ancaman super flu H3N2 subclade K. Dinkes imbau warga waspada, terapkan PHBS, dan pantau gejala flu di musim hujan.

Senin, 5 Januari 2026 - 11:00 WIB
Super Flu Mengintai, Ini Strategi Kota Bekasi Cegah Penularan Virus Influenza A
influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar disejumlah propinsi dan membuat warga cemas. (Dinkes Kota Bogor)

HALLONEWS.COM – Kota Bekasi ikut bersiaga di tengah merebaknya influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu. Pemkot Bekasi mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, seiring laporan penyebaran virus tersebut di berbagai wilayah Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus super flu yang tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi Vevie Herawati meminta masyarakat disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah utama pencegahan.

“Jika mengalami gejala flu seperti demam, batuk, atau pilek lebih dari tiga hari dan tidak membaik, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan terdekat,” kata Vevie, Senin (5/1/2026).

Vevie menjelaskan, influenza A (H3N2) subclade K merupakan mutasi dari virus flu musiman yang memiliki tingkat penularan lebih cepat. Penularan dapat terjadi melalui droplet saat batuk atau bersin, serta kontak tidak langsung melalui permukaan benda yang terkontaminasi.

Ia menegaskan tingkat keganasan virus ini masih tergolong rendah hingga sedang. “Tidak seganas COVID-19 varian Delta. Namun musim hujan dengan kelembapan tinggi, virus bisa bertahan lebih lama di udara, sehingga risiko penularan di ruang tertutup seperti kantor dan ruang kelas meningkat,” ujarnya.

Hingga kini, Dinkes Kota Bekasi belum menemukan kasus super flu di wilayahnya. Namun pemantauan terus dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), khususnya terhadap tren gejala Influenza-Like Illness (ILI).

“Belum ada lonjakan ekstrem yang mengarah pada wabah besar. Meski begitu, kewaspadaan ditingkatkan karena mobilitas warga Bekasi–Jakarta masih cukup tinggi,” ungkapnya.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat yang sedang tidak fit untuk menggunakan masker saat beraktivitas, serta menerapkan etika batuk. Warga yang baru kembali dari perjalanan luar daerah atau luar negeri diminta memantau kondisi kesehatan secara mandiri.