Home - Gaya Hidup - Suhu Minus 12°C, Seoul Keluarkan Peringatan Dingin Ekstrem dan Risiko Hipotermia

Suhu Minus 12°C, Seoul Keluarkan Peringatan Dingin Ekstrem dan Risiko Hipotermia

Suhu di Seoul turun hingga minus 12°C. Pemerintah kota keluarkan peringatan dingin ekstrem dan imbau warga waspadai hipotermia, radang dingin, serta pembekuan meteran air.

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:52 WIB
Suhu Minus 12°C, Seoul Keluarkan Peringatan Dingin Ekstrem dan Risiko Hipotermia
Orang-orang mengenakan mantel tebal, syal, dan sarung tangan berjalan di jalan dekat Istana Gyeongbok, Distrik Jongno, pusat Seoul, pada 25 Desember. Foto: Korea Joongang Daily for Hallonews

HALLONEWS.COM — Pemerintah Metropolitan Seoul mengeluarkan peringatan pembekuan pertama musim dingin ini mulai berlaku Jumat (26/12/2025) pukul 09.00 waktu setempat. Peringatan ini dikeluarkan menyusul prakiraan turunnya suhu hingga minus 12 derajat Celcius, disertai imbauan agar masyarakat waspada terhadap risiko hipotermia dan radang dingin.

Langkah ini merupakan bagian dari sistem empat tahap peringatan pembekuan meteran air, mulai dari peringatan level “perhatian”, “hati-hati”, “peringatan”, hingga “serius.” Status “peringatan” menandakan kondisi cuaca sudah cukup ekstrem untuk memicu gangguan infrastruktur dan kesehatan masyarakat.

Pemerintah kota telah mengaktifkan posko siaga 24 jam serta sistem tanggap darurat perbaikan meteran air yang berkoordinasi dengan delapan kantor pengelola air dan Seoul Facilities Corporation.

“Kami memastikan semua unit layanan air dalam kondisi siaga penuh untuk mengantisipasi lonjakan kasus pembekuan. Respons cepat menjadi kunci mencegah kerusakan meluas,” ujar seorang pejabat dari Pemerintah Metropolitan Seoul, dikutip The Korea Herald, Jumat (26/12/2025).

Sejauh ini, Seoul mencatat 242 kasus pembekuan meteran air selama musim dingin. Sebagian besar terjadi di apartemen (199 kasus), diikuti proyek konstruksi (24 kasus), dan rumah bertingkat rendah (15 kasus). Otoritas menilai, bangunan bergaya koridor terbuka tanpa penghalang angin serta area konstruksi menjadi lokasi paling rentan, karena kotak meteran air sering kali terpapar langsung udara beku.

Untuk mencegah kerusakan, warga diimbau mengisolasi kotak meteran air dan membiarkan keran sedikit terbuka saat meninggalkan rumah. Ketika suhu turun di bawah minus 10 derajat, air disarankan mengalir perlahan, cukup untuk mengisi satu gelas kertas dalam dua menit.

Kerusakan seperti layar meteran retak atau membengkak menandakan adanya pembekuan dan harus segera dilaporkan ke Pusat Panggilan 120 Dasan agar segera ditangani petugas.

Selain persoalan teknis, Pemerintah Seoul juga memperingatkan ancaman kesehatan akibat cuaca ekstrem. Sejak awal Desember, kota itu mencatat delapan kasus hipotermia dan satu kasus radang dingin, di mana tiga di antaranya terkait konsumsi alkohol. Semua korban telah dilarikan ke rumah sakit setempat untuk perawatan medis.

Hipotermia terjadi ketika tubuh gagal mempertahankan suhu inti setelah paparan dingin berkepanjangan. Kondisi ini dapat memicu kebingungan, kehilangan kesadaran, bahkan kematian, sementara radang dingin biasanya menyerang jari, kaki, telinga, dan hidung.

“Kami mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, mengenakan pakaian berlapis, serta menjaga suhu ruangan minimal 18 derajat Celcius,” tambah pejabat tersebut. “Lindungi area tubuh seperti leher, tangan, dan kaki agar tidak kehilangan panas.”

Gelombang dingin di Korea Selatan tahun ini disebut sebagai yang paling parah sejak awal musim dingin, dan diperkirakan berlangsung hingga awal Januari mendatang. (ren)