Starmer Tegaskan Inggris-AS Sekutu Dekat Usai Trump Peringatkan Bahaya Hubungan dengan China
Keir Starmer menegaskan Inggris dan AS tetap sekutu dekat meski Trump memperingatkan bahaya hubungan London dengan China. Kunjungan ke Beijing menuai kritik keras oposisi.

HALLONEWS.COM -Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa hubungan Inggris dan Amerika Serikat tetap sangat erat, menyusul peringatan keras Presiden AS Donald Trump terkait langkah London mempererat hubungan dagang dengan China.
Pernyataan itu disampaikan Starmer saat kunjungannya ke China dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang perdagangan baru bagi Inggris. Trump sebelumnya menyebut pendekatan Inggris terhadap China sebagai langkah yang “sangat berbaInggris AS China, Keir Starmer, Donald Trump, hubungan Inggris China, sanksi China Inggris, Tom Tugendhat, Jimmy Lai, diplomasi Inggrishaya”.
“Inggris dan Amerika Serikat adalah sekutu yang sangat dekat,” kata Starmer, Jumat (30/1/2026). Ia menegaskan bahwa kunjungan ke China telah dikomunikasikan terlebih dahulu dengan tim Presiden Trump.
Starmer juga menyebut bahwa Trump sendiri diperkirakan akan melakukan kunjungan ke China pada April mendatang. “Saya pikir komentar Presiden Trump lebih ditujukan kepada Kanada,” ujarnya, merespons peringatan tersebut.
Menurut Starmer, tidak realistis bagi Inggris untuk mengabaikan peran China dalam perekonomian global. “China adalah ekonomi terbesar kedua di dunia. Bersama Hong Kong, China merupakan mitra dagang terbesar ketiga Inggris,” katanya. Ia menilai kunjungan ini membuka peluang besar bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.
Namun, langkah Starmer menuai kritik keras dari oposisi. Mantan Menteri Keamanan Inggris dan anggota parlemen Partai Konservatif, Tom Tugendhat, menuding Starmer telah “menyerah” kepada Beijing.
Berbicara kepada Sky News, Tugendhat menyebut pencabutan sanksi China terhadap enam anggota parlemen Inggris bukanlah sebuah kemenangan. “Ini bukan kemenangan, ini penyerahan diri,” tegasnya.
Starmer sebelumnya mengumumkan bahwa China telah mencabut sanksi terhadap enam anggota parlemen dan anggota House of Lords Inggris. Namun, belum ada kejelasan apakah pembatasan terhadap pihak lain juga dicabut.
Tugendhat menegaskan dirinya akan tetap bersuara lantang soal pelanggaran hak asasi manusia di China, termasuk dugaan kerja paksa terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.
Tugendhat juga menilai kunjungan Starmer ke Beijing gagal menghasilkan capaian strategis. Ia menyebut, sementara Inggris berusaha mencairkan hubungan, China justru tetap bersikap keras.
“China masih mengancam warga Hong Kong di Inggris, mencuri kekayaan intelektual, memata-matai kehidupan nasional kita, dan mengancam sektor universitas,” katanya.
Ia menyoroti kasus taipan media Jimmy Lai, warga negara Inggris yang dipenjara di Hong Kong. “Ia dipenjara hanya karena menjalankan aktivitas jurnalistik. Perdana menteri seharusnya tidak datang ke Beijing tanpa mengamankan pembebasannya,” ujarnya.
Selain itu, Tugendhat juga mengkritik persetujuan pemerintah Inggris terhadap pembangunan kedutaan besar “super” China di London, yang menurutnya dapat mengancam kepentingan nasional Inggris. (ren)
