Siswa SD yang Tertabrak Mobil MBG di Kalibaru Harus Jalani Perawatan Lebih Lanjut

HALLONEWS.COM – Kasus mobil pengantar Makanan Bergizi Gratis (MBG) menabrak siswa SD di Kalibaru, Jakarta Utara, menyisakan duka yang panjang. Salah satu korban selamat, Weuren, harus menjalani perawatan lebih lanjut.
Weuren merupakan salah satu korban selamat pada insiden mobil MBG menabrak siswa SD Negeri Kalibaru 01, Jakarta Utara, pada 11 Desember 2025. Bocah yang tinggal bersama neneknya ini, mengalami luka serius hingga lebih banyak berbaring daripada bermain di halaman seperti rekan-rekan seusianya.
Fakta bahwa Weuren perlu mendapatkan perawatan lebih lanjut terungkap ketika bocah laki-laki tersebut dikunjungi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, Selasa (6/1/2026). Rano Karno menaruh perhatian pada kondisi Weuren yang masih membutuhkan perawatan lanjutan akibat cedera pada bagian tulang.
Wagub meminta agar Weuren kembali menjalani perawatan di rumah sakit hingga kondisinya benar-benar pulih. “Sekarang Weuren tinggal bersama neneknya. Jika harus bolak-balik ke rumah sakit tentu membutuhkan biaya dan waktu. Karena itu saya minta agar ia dirawat sampai benar-benar sembuh, supaya nantinya bisa kembali bersekolah,” ucapnya.
Rano Karno menambahkan, pengalamannya sebagai mantan duta United Nations Children’s Fund (UNICEF) turut membentuk pendekatannya dalam memberikan perhatian dan pendampingan kepada anak-anak korban musibah.
Weuren merupakan salah satu korban proyek ambisius MBG yang dikunjungi Rano Karno pada Selasa (6/1/2026). Selain mengunjungi Weuren, Rano Karno juga mengunjungi Muhammad Fillio Dinata atau Lilo. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan moral sekaligus memastikan proses pemulihan para korban mobil MBG di SDN Kalibaru 01.
Rano Karno memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memantau perkembangan kondisi para siswa hingga pulih sepenuhnya. “Pada saat kejadian, saya belum sempat menjenguk karena bertepatan dengan persiapan Natal dan Tahun Baru. Namun, hari ini saya pastikan mereka tetap mendapatkan pendampingan,” ujar Rano Karno dalam keterangan resmi.
Rano Karno merasa memiliki kedekatan emosional dengan Lilo setelah mendapat informasi dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang telah menjenguk para korban di rumah sakit. Saat dikunjungi Pramono, Lilo menanyakan keberadaan Rano Karno. “Pak Gubernur menyampaikan bahwa Lilo sempat mencari saya. Dalam kondisi belum sepenuhnya sadar, ia masih mengingat dan menanyakan ‘Mana Pak Wakil Gubernur Bang Doel?’. Hal itu cukup membekas bagi saya dan menjadi alasan untuk memberikan semangat langsung,” ungkap Wagub Rano Karno.
Sementara itu, ayah Lilo, Erwin Dinata (46), menyampaikan kondisi putranya berangsur membaik, meski masih harus menjalani beberapa tahapan operasi lanjutan. Saat ini, Lilo masih menggunakan pen pada bagian wajah serta kawat di dalam mulut sebagai bagian dari proses perawatan medis.
“Ke depan masih ada operasi tahap kedua dan ketiga. Pada bulan keenam, pen di wajah direncanakan akan dicopot,” ujar Erwin. Ia menambahkan, Lilo belum kembali ke sekolah karena masih fokus menjalani perawatan.
Di hadapan Wagub Rano Karno, Lilo menyampaikan rasa senangnya karena mendapat kunjungan langsung dari sosok yang dikaguminya. Ia berharap dukungan dan doa agar segera pulih dan dapat kembali bersekolah. “Saya senang Pak Wagub datang ke rumah. Saya minta doanya supaya cepat sehat dan bisa sekolah lagi,” kata Lilo.
Ibu Lilo, Siti Hadijah (38), menyatakan bahwa putranya pengagum Bang Doel. Oleh karenanya, kunjungan Bang Doel ke rumah Lilo menambah semangatnya untuk lekas pulih. Ibu Lilo berharap putranya segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
“Dia suka nanya, ‘Kenapa dipanggil Bang Doel, Bu?’ Makanya ketika Pak Wagub datang, dia senang sekali, Harapannya Lilo cepat sembuh, semangat lagi, dan bisa sekolah seperti biasa,” ucapnya.
Seperti diberitakan, keceriaan siswa-siswi SDN Kalibaru 01, Jakarta Utara, terkoyak ketika sebuah mobil MBG menerobos pagar sekolah dan meghajar para siswa yang sedang melakukan kegiatan pagi di lapangan SD tersebut pada 11 Desember 2025. Sekolah yang mestinya jadi tempat yang aman bagi anak-anak, seketika berubah menjadi tempat yang menakutkan.
Menurut saksi mata, mobil MBG itu mengantam pagar sampai roboh lalu mobil melaju tak terkendali ke arah siswa berada. Berdasarkan data resmi, kecelakaan tersebut menyebabkan 21 siswa dan seorang guru terluka. Para korban pun segera dievakuasi ke RSUD Koja dan RSUD Cilincing. (GAA)
