Home - Megapolitan - Siaga Banjir Rob di Pesisir Utara, Pemprov DKI Siapkan Pompa dan Tanggul Darurat

Siaga Banjir Rob di Pesisir Utara, Pemprov DKI Siapkan Pompa dan Tanggul Darurat

Banjir rob berpotensi terjadi hingga awal Januari 2026. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta memperkuat langkah mitigasi di wilayah pesisir. Upaya tersebut dilakukan melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dengan menyiagakan infrastruktur pengendali air dan personel di kawasan pesisir utara Jakarta. Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, mengatakan seluruh sumber daya telah...
Sabtu, 3 Januari 2026 - 21:35 WIB
Siaga Banjir Rob di Pesisir Utara, Pemprov DKI Siapkan Pompa dan Tanggul Darurat
Petugas Dinas SDA siaga di kawasan banjir rob di Muara Angke, Jakarta Utara. Foto: Diskominfotik untuk Hallonews.

HALLONEWS.COM – Banjir rob berpotensi terjadi hingga awal Januari 2026. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta memperkuat langkah mitigasi di wilayah pesisir.

Upaya tersebut dilakukan melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dengan menyiagakan infrastruktur pengendali air dan personel di kawasan pesisir utara Jakarta.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, mengatakan seluruh sumber daya telah disiapkan untuk mengurangi risiko limpasan air laut ke daratan.

Berbagai pompa air, baik statis maupun bergerak, pintu air, serta Satuan Tugas SDA atau Pasukan Biru disiagakan agar dapat merespons cepat apabila terjadi genangan.

“Seluruh pompa stationer, pompa mobile, pintu air, dan Pasukan Biru kami siapkan untuk bergerak di lapangan guna meminimalkan dampak banjir rob,” kata Ika di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Menurutnya, sejumlah rumah pompa dan pintu air yang dioperasikan antara lain Pintu Air Marina, Rumah Pompa Waduk Pluit, Pompa Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, serta Pompa Tanjungan.

Selain optimalisasi infrastruktur, Dinas SDA juga membangun tanggul darurat sebagai solusi jangka pendek.

“Langkah ini dilakukan sembari menunggu penyelesaian proyek tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD),” ujarnya.

Pembangunan tanggul darurat dilakukan di sejumlah titik rawan, seperti Muara Angke, Muara Baru, kawasan Sunda Kelapa, Jalan R.E. Martadinata di depan Jakarta International Stadium (JIS), serta Marunda Pulo.

“Rangkaian langkah tersebut dapat menahan limpasan air laut sehingga aktivitas masyarakat di kawasan pesisir tetap berjalan dengan aman,” jelasnya.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan kewaspadaan banjir rob hingga 7 Januari 2026.

Peringatan ini merujuk pada informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok terkait potensi pasang maksimum air laut akibat fase bulan purnama yang bertepatan dengan perigee atau supermoon.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut secara signifikan, terutama pada pagi hingga siang hari.

“Puncak pasang diperkirakan terjadi antara pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Masyarakat di wilayah pesisir diimbau meningkatkan kewaspadaan,” ujar Isnawa.

Berdasarkan peringatan dini BMKG, terdapat sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, antara lain Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Marunda, Pasar Ikan (Sunda Kelapa), kawasan Tanjung Priok dan Kalibaru, serta Ancol, termasuk area sekitar JIS.

“Pemprov DKI Jakarta mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi genangan dan mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah daerah, terutama apabila terjadi kondisi darurat,” ucapnya. (ALS)