Home - Nasional - Serpihan KM Putri Sakinah Ditemukan, Pencarian Korban Diperluas hingga 30 Mil

Serpihan KM Putri Sakinah Ditemukan, Pencarian Korban Diperluas hingga 30 Mil

Serpihan KM Putri Sakinah kembali ditemukan di Pulau Padar Labuan Bajo. Tim SAR perluas pencarian hingga 30 mil laut untuk tiga WNA Spanyol yang masih hilang.

Selasa, 30 Desember 2025 - 21:29 WIB
Serpihan KM Putri Sakinah Ditemukan, Pencarian Korban Diperluas hingga 30 Mil
Tim SAR melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan kapal wisata phinisi di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (26/12/2025). Dok. SAR Komodo Labuan Bajo

HALLONEWS.COM– Tim SAR gabungan kembali menemukan serpihan badan kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (30/12) pagi di sekitar lokasi kejadian.

Serpihan badan kapal ditemukan dalam kondisi terapung oleh personel SAR gabungan dan langsung dievakuasi menggunakan kapal cepat G Komodo milik Balai Gakkum Kehutanan wilayah Jabalnusra. Penemuan ini memperkuat dugaan bahwa bangkai kapal masih berada di sekitar kawasan perairan Pulau Padar.

Koordinator Pos SAR Manggarai Barat, Edy Suryono, mengatakan bahwa operasi pencarian terus diperluas. Tim SAR menyisir perairan hingga 30 nautical mile ke arah utara dan sekitar 13 nautical mile ke selatan dari titik tenggelamnya kapal.

“Dalam pencarian hari kelima, tim kembali menemukan serpihan dinding kapal KM Putri Sakinah. Penyisiran dilakukan secara intensif baik di laut maupun daratan pesisir Pulau Padar,” ujar Edy.

Sebanyak tiga tim laut dikerahkan untuk menyisir perairan Utara Pulau Serai, Timur Pulau Padar, dan Selatan Pulau Serai. Selain itu, dua tim penyelam profesional dari Ditpolairud Polda NTT dan Perhimpunan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) melakukan penyelaman di enam titik berbeda.

Penyelaman dilakukan sebanyak dua kali oleh 12 penyelam, dengan jangkauan hingga tiga nautical mile dari lokasi kejadian. Dalam operasi ini, Ditpolairud Polda NTT juga mengerahkan peralatan sonar system, scooter bonex, dan seabob untuk mendeteksi bangkai kapal dan korban yang belum ditemukan.

Total terdapat 95 personel SAR yang diterjunkan, didukung 12 alat utama dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, Polairud, TNI AL, KKP, dan relawan.

Diketahui, kapal semi pinisi KM Putri Sakinah tenggelam pada Jumat (26/12) saat mengangkut 11 orang penumpang, terdiri dari enam wisatawan asal Spanyol, satu pemandu wisata, serta empat ABK termasuk nakhoda.

Pada hari kejadian, tujuh orang berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya dinyatakan hilang. Hingga Senin (29/12), satu korban ditemukan meninggal dunia, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, yang merupakan bagian dari keluarga wisatawan asal Spanyol.

Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada hari keenam, Rabu (31/12), dengan fokus menemukan tiga korban WNA Spanyol yang masih hilang serta bangkai kapal KM Putri Sakinah.(wib)