Serangan Teroris di Pantai Bondi: 11 Tewas saat Perayaan Hanukkah, Dunia Kutuk Aksi Anti-Semit
Perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, berubah menjadi tragedi berdarah setelah sejumlah pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga Yahudi, Minggu (14/12/2025). Sedikitnya 11 orang tewas dan hampir 30 luka-luka, termasuk seorang rabi asal London. Polisi Australia menyebut insiden ini sebagai serangan teroris anti-Semit paling mematikan dalam sejarah modern negara itu.

HALLONEWS.COM-Sedikitnya 11 orang tewas dan hampir 30 lainnya terluka ketika sejumlah pria bersenjata menembaki perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, Minggu (14/12/2025 malam. Polisi Australia mengonfirmasi bahwa salah satu pelaku juga tewas dalam baku tembak di lokasi kejadian.
Di antara korban tewas terdapat Rabbi Eli Schlanger, 41 tahun, asisten rabi di Chabad of Bondi, pusat budaya Yahudi di kawasan tersebut. Ayah lima anak itu dikenal luas sebagai tokoh yang aktif menyebarkan pesan perdamaian.
“Bagaimana mungkin seorang rabi yang penuh keceriaan dan datang untuk menyebarkan kebahagiaan dan cahaya justru kehilangan nyawa dengan cara seperti ini?” kata sepupunya, Rabbi Zalman Lewis dari Brighton, kepada Jewish News.
“Kita hanya bisa melanjutkan perjuangan Eli, melakukan lebih banyak perbuatan baik dan menyebarkan energi positif,” ungkapnya seperti dikutip The Guardian.
Schlanger dan istrinya, Chayala, baru saja menyambut kelahiran anak bungsu mereka dua bulan lalu.
Menurut laporan Seven News, seorang warga sipil berusia 43 tahun, pemilik toko buah dari Sutherland Shire, menjadi pahlawan di tengah penembakan setelah melumpuhkan salah satu pelaku bersenjata dengan tangan kosong. Ia sempat tertembak di lengan dan tangan, namun kini dalam kondisi stabil di rumah sakit.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial menunjukkan saat pria tersebut menyerang pelaku dari belakang dan merebut senjata api darinya di area parkir.
“Itu adalah adegan paling luar biasa yang pernah saya lihat,” ujar Chris Minns, Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales. “Ada banyak orang yang selamat malam ini berkat keberanian pria itu.”
Polisi Australia kemudian menemukan sejumlah perangkat mencurigakan di sekitar lokasi penembakan dan mengevakuasi warga dari area pantai yang saat itu ramai pengunjung untuk acara Chanukah by the Sea.
Kutukan dan Belasungkawa Mengalir
Insiden berdarah ini langsung memicu gelombang kecaman internasional. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebutnya sebagai “serangan kebencian yang menjijikkan” dan berjanji bahwa Prancis akan “berjuang tanpa henti melawan anti-Semitisme.”
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni juga menyampaikan belasungkawa mendalam, sementara Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan serangan itu adalah “tindakan kebencian yang menargetkan seluruh komunitas Yahudi di dunia pada hari pertama Hanukkah.”
Dari Inggris, Raja Charles III menulis surat khusus kepada rakyat Australia, mengutuk serangan tersebut sebagai “aksi teror anti-Semit yang mengerikan.”
“Kami memuji polisi, layanan darurat, dan anggota masyarakat yang tindakan heroiknya telah mencegah tragedi yang lebih besar,” tulis Raja.
“Cahaya di jantung festival Hanukkah akan selalu menang atas kegelapan kejahatan semacam ini.”
Pangeran William dan Putri Kate juga menyampaikan pesan belasungkawa pribadi: “Doa kami bersama warga Australia hari ini menyusul serangan mengerikan di Pantai Bondi. Kami turut berduka cita bersama komunitas Yahudi di seluruh dunia.”
Pemerintah Inggris merespons cepat dengan meningkatkan keamanan di sekitar komunitas Yahudi menjelang perayaan Hanukkah di berbagai kota. (ren)
