Sekjen NATO Mark Rutte Tolak Usulan Pasukan Eropa Independen untuk Ukraina
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menolak usulan pembentukan pasukan Eropa yang berdiri sendiri di luar aliansi NATO untuk dikerahkan ke Ukraina.

HALLONEWS.COM — Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan bahwa gagasan membentuk pasukan Eropa yang beroperasi secara independen di Ukraina tidak sejalan dengan prinsip aliansi pertahanan bersama.
Rutte menolak usulan yang sebelumnya dilontarkan oleh Manfred Weber, ketua Partai Rakyat Eropa (EPP) dan pemimpin kelompok konservatif di Parlemen Eropa. Weber menyerukan pembentukan pasukan Eropa di bawah komando Uni Eropa untuk membantu mengamankan perdamaian di Ukraina.
“Saya berharap para prajurit dengan bendera Eropa di seragam mereka, bersama dengan teman-teman Ukraina kita, akan memastikan perdamaian,” ujar Weber kepada media Jerman Funke.
Namun, Rutte menegaskan bahwa upaya pertahanan Eropa tidak boleh dilakukan secara terpisah dari NATO dan Amerika Serikat.
“Saya sangat yakin bahwa AS sepenuhnya berkomitmen pada NATO. Tidak ada keraguan tentang itu. Eropa memang harus meningkatkan tanggung jawabnya, tapi tetap dalam kerangka kerja sama dengan AS,” kata Rutte seperti dilansir Euronews, Jumat (26/12/2025).
Menurutnya, kekuatan pertahanan Eropa dan Amerika Serikat saling melengkapi, termasuk dalam menjaga keamanan kawasan Arktik dan Atlantik Utara.
“Arktik adalah isu besar. Kita melihat kapal-kapal Tiongkok dan Rusia berlayar ke sana. Dan kita hanya bisa mempertahankan Arktik bersama-sama – sekutu NATO Eropa dan Amerika,” tambahnya.
Rutte juga mengingatkan bahwa ancaman dari Rusia terhadap negara-negara anggota NATO masih nyata dan dapat muncul paling cepat pada tahun 2027, mengacu pada penilaian intelijen terbaru.
“Saya tidak akan berspekulasi tentang di mana dan kapan, tapi jika terjadi serangan terhadap NATO, maka itu berarti kita semua diserang — karena Pasal 5 menyatakan bahwa serangan terhadap satu pihak adalah serangan terhadap semua pihak,” jelasnya.
Kepala NATO asal Belanda itu menilai, selama aliansi mampu mempertahankan dukungan terhadap Ukraina dan terus meningkatkan anggaran pertahanan, maka Rusia tidak akan berani melakukan provokasi lebih jauh.
“Jika kita melakukan dua hal itu, kita cukup kuat untuk membela diri, dan Putin tidak akan pernah mencoba,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rutte memuji komitmen Jerman untuk meningkatkan anggaran pertahanannya menjadi 3,5% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2029, lebih cepat dari target yang ditetapkan pada KTT NATO di Den Haag, Juni lalu.
“Pendekatan Jerman sangat mengesankan. Berlin memimpin di antara sekutu-sekutu Eropa,” ujarnya.
Pernyataan Rutte ini menegaskan kembali posisi NATO sebagai tulang punggung pertahanan kolektif di Eropa, di tengah wacana pembentukan struktur keamanan Eropa yang lebih mandiri dari Amerika Serikat. (ren)
