Home - Nusantara - Seekor Macan Tutul Mengamuk di Pacet, Dua Warga Terluka, Penangkapan Berlangsung 2 Jam

Seekor Macan Tutul Mengamuk di Pacet, Dua Warga Terluka, Penangkapan Berlangsung 2 Jam

Seekor macan tutul mengamuk di permukiman warga di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026) pagi.

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:45 WIB
Seekor Macan Tutul Mengamuk di Pacet, Dua Warga Terluka, Penangkapan Berlangsung 2 Jam
Macan tutul (Panthera pardus melas) Foto: Pinterest

HALLONEWS.COM — Seekor macan tutul (Panthera pardus melas) mendadak muncul dan berkeliaran di permukiman Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat,
Kamis (5/2/2026) pagi.

Kemunculan hewan buas ini menimbulkan kegemparan. Bahkan dilaporkan ada warga yang jadi korban dan terluka. Kejadian ini memicu upaya penanganan darurat oleh aparat keamanan dan tim konservasi satwa.

Kejadian bermula ketika warga menemukan seekor macan tutul hitam besar, diperkirakan seukuran kambing dewasa, tiba-tiba muncul di permukiman sekitar pukul 08.00 WIB dan berjalan di area padat penduduk. Hewan liar ini kemudian menyerang beberapa warga, hingga dua orang mengalami luka akibat cakaran dan gigitan saat berusaha mendekati atau mengusir satwa tersebut. Korban langsung dilarikan ke puskesmas lokal dan dilaporkan dalam kondisi stabil setelah mendapatkan perawatan medis.

Humas BBKSDA Jabar menyatakan bahwa tim masih fokus pada proses evakuasi dan belum bisa memastikan asal muasal macan tutul tersebut, karena prioritas utama saat ini adalah keamanan warga dan keselamatan satwa.

Kepala Desa Maruyung mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi keberadaan macan tutul dan membatasi aktivitas di luar rumah sementara tim penanganan menjalankan penyisiran. Warga juga diinstruksikan untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pihak berwenang guna mencegah kejadian yang lebih berbahaya.
Warga setempat menggambarkan suasana yang sempat panik dan cemas, dengan beberapa rumah yang sempat didekati oleh macan tutul sebelum tim petugas tiba di lokasi untuk mengamankan situasi.

Macan tutul tersebut akhirnya berhasil ditangkap dan proses penangkapan berlangsung hampir dua jam lantaran keterbatasan peralatan dan kondisi medan yang sempit serta dipenuhi pagar.

“Prosesnya hampir dua jam, dari sekitar jam sembilan sampai jam sebelas. Alatnya terbatas dan tempatnya susah, harus ada pagar yang digergaji dan dilepas,” kata seorang warga setempat.

Sebagai catatan macan tutul jawa adalah satwa yang dilindungi di Indonesia dan termasuk salah satu predator besar yang populasinya semakin menipis akibat kehilangan habitat, konflik dengan manusia, dan tekanan lingkungan. Kejadian masuknya satwa liar ke permukiman seperti ini seringkali dipicu oleh terbatasnya ruang hidup alami mereka. (gaa)