Home - Teknologi & Digital - Samsung Mulai Produksi Massal HBM4, Chip AI Generasi Baru Siap Dikirim Februari

Samsung Mulai Produksi Massal HBM4, Chip AI Generasi Baru Siap Dikirim Februari

Samsung Electronics resmi memulai produksi massal chip HBM4 generasi keenam dengan kecepatan tertinggi di industri, menargetkan lonjakan pendapatan dan dominasi memori AI global.

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:43 WIB
Samsung Mulai Produksi Massal HBM4, Chip AI Generasi Baru Siap Dikirim Februari
Kantor pusat Samsung Electronics di Seocho-gu, Seoul selatan. Yonhap for Hallonews

HALLONEWS.COM-Samsung Electronics mengumumkan telah memulai produksi massal chip HBM4 generasi keenam, menandai langkah strategis penting perusahaan dalam memperkuat posisinya di pasar memori generasi berikutnya dan perangkat bertenaga kecerdasan buatan (AI). Pengiriman ke pelanggan dijadwalkan dimulai pada Februari mendatang.

Wakil Presiden Eksekutif Divisi Memori Samsung, Kim Jae-june, mengatakan dalam konferensi pendapatan kuartal keempat bahwa pengembangan HBM4 sejak awal diarahkan untuk melampaui standar kinerja yang ditetapkan oleh Joint Electron Device Engineering Council (JEDEC), badan standar semikonduktor global.

“Sejak awal kami menetapkan target yang melampaui spesifikasi konvensional,” ujar Kim seperti dikutip, Kamis (29/1/2026).

“Meski klien mengajukan persyaratan kinerja yang lebih tinggi, kami mengirimkan sampel tanpa perubahan desain, dan kini produk tersebut telah memasuki tahap akhir validasi kualitas.”

Samsung menyebut chip HBM4 berkecepatan 11,7 gigabit per detik, yang diklaim sebagai yang tercepat di industri, akan mulai dikirimkan bulan depan. Perusahaan juga menerapkan strategi pengemasan selektif, hanya menggunakan penumpukan 16 lapis dan teknologi pengikatan hibrida jika diperlukan. Langkah ini diambil menyusul permintaan jangka pendek yang masih lemah untuk HBM3E generasi kelima dan HBM4 versi 16 lapis.

Meski bersikap hati-hati dalam pengemasan, Samsung menunjukkan optimisme tinggi terhadap prospek bisnis HBM. Dengan kapasitas produksi saat ini, pendapatan terkait HBM diperkirakan dapat meningkat hingga tiga kali lipat tahun ini. Bahkan, permintaan dari klien utama disebut telah melampaui proyeksi, dengan sejumlah pelanggan meminta alokasi pasokan hingga tahun 2027.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Samsung memperluas produksi HBM3E sekaligus meningkatkan investasi pada node 1c kelas 10 nanometer untuk pengembangan HBM4 dan HBM4E generasi ketujuh.

Ekspansi ke Robotika dan AI

Selain semikonduktor, Samsung juga meningkatkan investasinya di bidang robotika. Kepala Bagian Keuangan Samsung, Park Soon-cheol, menyatakan perusahaan menargetkan pencapaian signifikan di sektor robot humanoid tahun ini.

“Dalam mempersiapkan masa depan, kami berencana menghadirkan kemajuan berarti di bidang robotika humanoid,” kata Park.

Samsung mulai berinvestasi di Rainbow Robotics pada 2023 dan kemudian meningkatkan kepemilikannya hingga menjadi pemegang kendali. Teknologi robotika tersebut kini direncanakan untuk diterapkan di lingkungan industri.

Park juga menegaskan rencana perusahaan untuk memperluas penerapan AI di seluruh lini produk. “Kami akan menanamkan AI secara organik ke dalam seluruh ekosistem perangkat kami untuk menghadirkan pengalaman terbaik dan memimpin transisi AI berikutnya,” ujarnya.

Didukung oleh penjualan chip yang kuat, Samsung mencatatkan kinerja keuangan terbaik dalam sejarahnya. Laba operasional kuartal keempat mencapai 20,07 triliun won (sekitar US$14,1 miliar), melonjak 209,2 persen secara tahunan. Pendapatan kuartalan mencapai 93,8 triliun won, sementara laba bersih tercatat 19,6 triliun won.

Sepanjang 2025, laba operasional Samsung mencapai 43,6 triliun won, naik 33,2 persen dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan tahunan meningkat 10,9 persen menjadi rekor 333,6 triliun won, dengan laba bersih tumbuh 31,2 persen menjadi 45,2 triliun won.

Divisi Solusi Perangkat, yang menaungi bisnis semikonduktor, mencatatkan pendapatan 44 triliun won dan laba operasional 16,4 triliun won pada kuartal keempat—keduanya merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Kinerja tersebut ditopang oleh permintaan DRAM yang kuat, pertumbuhan penjualan HBM, kenaikan harga memori, serta kontribusi dari DDR5 kelas perusahaan dan solid-state drive.

Pengeluaran riset dan pengembangan melonjak ke rekor 37,7 triliun won tahun lalu, termasuk 10,9 triliun won pada kuartal keempat. Belanja modal mencapai 52,7 triliun won, melampaui rencana awal, seiring peningkatan investasi di fasilitas chip dan layar.

Di Divisi Pengalaman Perangkat, yang mencakup ponsel, TV, dan peralatan rumah tangga, pendapatan tercatat 44,3 triliun won dengan laba operasional 1,3 triliun won. Meski pengiriman smartphone menurun akibat momentum peluncuran yang lemah, profitabilitas tetap terjaga berkat penjualan ponsel flagship serta permintaan stabil untuk tablet dan perangkat wearable.

Unit tampilan visual mencatatkan penjualan kuat berkat musim liburan TV Neo QLED dan OLED. Sementara itu, segmen peralatan rumah tangga menghadapi tekanan musiman dan dampak tarif.

Anak usaha Harman membukukan pendapatan 4,6 triliun won dan laba 300 miliar won, didorong permintaan produk audio dan otomotif premium. Samsung Display mencatatkan pendapatan 9,5 triliun won dan laba 2 triliun won, ditopang oleh penjualan panel kecil-menengah dan lonjakan permintaan layar besar.

Samsung menegaskan akan terus menjalankan strategi berorientasi keuntungan sambil mencermati risiko tarif global dan dinamika geopolitik sepanjang tahun ini. (ren)