Home - Ekonomi & Bisnis - Saham Sidus Space Meledak 200% Usai Raih Kontrak Pertahanan Besar AS

Saham Sidus Space Meledak 200% Usai Raih Kontrak Pertahanan Besar AS

Saham perusahaan teknologi luar angkasa Sidus Space melonjak hingga 200% dalam sebulan terakhir setelah diumumkan menjadi salah satu penerima kontrak besar Badan Pertahanan Rudal Amerika Serikat (MDA) senilai total hingga US$151 miliar.

Sabtu, 27 Desember 2025 - 8:00 WIB
Saham Sidus Space Meledak 200% Usai Raih Kontrak Pertahanan Besar AS
Satelit buatan Sidus Space yang terlibat dalam proyek pertahanan Badan Pertahanan Rudal AS di bawah program SHIELD. Saham perusahaan melonjak 200% setelah pengumuman kontrak. Foto: Sidus Space for Hallonews

HALLONEWS.COM — Saham Sidus Space mencatat lonjakan spektakuler sepanjang Desember 2025. Nilainya meroket dari sekitar US$0,74 per lembar pada awal bulan menjadi di atas US$2,20 menjelang akhir tahun, setelah perusahaan diumumkan sebagai salah satu penerima penghargaan dalam program pertahanan strategis milik Badan Pertahanan Rudal AS atau US Missile Defense Agency (MDA).

Program tersebut dikenal sebagai Scalable Homeland Innovative Enterprise Layered Defence (SHIELD), sebuah inisiatif besar yang bertujuan mengembangkan teknologi dan sistem pertahanan rudal generasi berikutnya di berbagai domain, mulai dari luar angkasa, udara, siber, hingga ancaman hibrida.

Kontrak SHIELD merupakan bagian dari strategi pertahanan rudal nasional AS yang lebih luas, dikenal dengan nama Golden Dome.

Program ini dirancang untuk membangun sistem pertahanan berlapis yang mampu mendeteksi dan mencegat ancaman rudal balistik, hipersonik, maupun jelajah, melalui integrasi satelit, radar darat, dan sistem tempur lainnya.

Konsep tersebut sering dibandingkan dengan Iron Dome milik Israel, namun dengan skala yang jauh lebih besar karena mencakup perlindungan seluruh wilayah Amerika Serikat.

Kontrak yang dimenangkan Sidus Space bukanlah kontrak tetap tunggal, melainkan kontrak pengiriman/kuantitas tidak terbatas atau Indefinite Delivery/Indefinite Quantity (IDIQ).

Dalam sistem ini, pemerintah menetapkan batas maksimal pengadaan, dalam kasus SHIELD mencapai US$151 miliar (€128,35 miliar), dan memberi kesempatan bagi sejumlah perusahaan untuk bersaing dalam mendapatkan pesanan tugas tertentu dari waktu ke waktu.

Artinya, kemenangan Sidus belum menjamin pendapatan spesifik, namun memberikan akses ke peluang kontrak berkelanjutan dalam proyek-proyek masa depan di bawah naungan MDA.

Reaksi Investor dan Prospek Sidus

Bagi perusahaan berkapitalisasi kecil seperti Sidus Space, penunjukan ini menjadi validasi besar terhadap kemampuan teknologinya. Investor menilai langkah tersebut memperkuat posisi Sidus dalam rantai pasokan industri pertahanan AS, terutama di bidang integrasi kecerdasan buatan (AI), pembelajaran mesin, dan rekayasa digital — fokus utama dari program SHIELD.

Sentimen positif juga didorong oleh langkah Sidus yang baru-baru ini menyelesaikan penawaran saham baru untuk memperkuat modalnya. Dana segar tersebut diyakini akan digunakan untuk mendukung inovasi dan kesiapan perusahaan mengikuti tender lanjutan dari MDA.

Lonjakan saham Sidus terjadi bersamaan dengan tren kenaikan di sektor pertahanan secara global. Pada 26 Desember, Tiongkok menjatuhkan sanksi terhadap 20 perusahaan pertahanan AS dan 10 eksekutif senior, termasuk Northrop Grumman dan divisi pertahanan Boeing, sebagai respons atas penjualan senjata AS ke Taiwan.

Meskipun dampak ekonominya relatif kecil, langkah tersebut memperkuat persepsi pasar tentang meningkatnya ketegangan geopolitik, yang turut mendorong minat investor terhadap saham-saham pertahanan.

Dengan meningkatnya permintaan sistem pertahanan canggih, perusahaan-perusahaan kecil seperti Sidus Space kini menjadi perhatian baru di bursa saham, seiring dengan kebijakan pertahanan AS yang semakin fokus pada teknologi ruang angkasa. (ren)