Home - Olahraga - Saat Hamilton dan Verstappen Kembali, Rookie Red Bull Ini Alami Kecelakaan

Saat Hamilton dan Verstappen Kembali, Rookie Red Bull Ini Alami Kecelakaan

Uji coba F1 2026 di Barcelona kian menarik dengan kemunculan Hamilton dan Verstappen, serta sinyal awal kerasnya era baru Formula 1. Namun Rookie Redbull ini alami kecelakaan.

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:10 WIB
Saat Hamilton dan Verstappen Kembali, Rookie Red Bull Ini Alami Kecelakaan
Uji coba para pembalap F1 di hari kedua di sirkuit Barcelona. (Dok IG F1)

HALLONEWS.COM – Hari kedua uji coba Formula 1 di Barcelona menari perhatian publik karena kemunculan perdana Lewis Hamilton dan Max Verstappen di lintasan yang sama pada era regulasi baru.

Meski kedua pembalap tidak saling bersaing secara langsung, kehadiran dua ikon F1 ini menyiratkan pesan kuat: dominasi masa lalu tidak otomatis menjamin keunggulan di era baru.

Hamilton, yang kini menjalani babak baru bersama Ferrari, tampil tenang dan metodis. Ia menyelesaikan puluhan lap dengan pendekatan konservatif—menandakan fokus pada pemahaman sistem, bukan mengejar waktu.

Verstappen pun mengambil pendekatan serupa, menandai bahwa juara dunia memilih kehati-hatian di fase awal revolusi teknis F1.

Menariknya, cuaca Barcelona yang tak bersahabat justru mempertegas arah pengujian tahun ini. Hampir seluruh tim menempatkan keandalan dan komunikasi pembalap–insinyur di atas performa mentah. Waktu tercepat jadi sekunder, bahkan nyaris tidak relevan

Namun di sela-sela latihan para pembalap terjadi insiden kecelakaan yang melibatkan Rookie Redbull yakni Isack Hadjar.

Hadjar, pembalap muda Prancis yang tengah diproyeksikan sebagai bagian penting regenerasi Red Bull, mengalami kecelakaan di tikungan akhir lintasan saat kondisi trek masih licin akibat hujan.

Ia selamat tanpa cedera, tetapi insiden tersebut menghentikan sesi Red Bull lebih cepat dari rencana.

Bagi Hadjar, kecelakaan ini bisa jadi titik balik penting. Sebab banyak pembalap besar F1—termasuk Verstappen sendiri—pernah melewati fase serupa di awal karier. Yang membedakan hanyalah bagaimana tim merespons dan bagaimana pembalap belajar.

Di balik layar, kecelakaan ini dipandang sebagai bagian tak terpisahkan dari proses adaptasi. Regulasi teknis 2026 membawa perubahan signifikan: mobil lebih ringan, tenaga hybrid berbeda, serta karakter aerodinamika yang jauh dari generasi sebelumnya.

Dalam konteks ini, kesalahan pembalap muda bukan anomali—melainkan konsekuensi dari fase eksplorasi batas.

Red Bull sendiri tidak menunjukkan kepanikan berlebihan. Fokus mereka justru pada data yang berhasil dikumpulkan sebelum insiden, termasuk respons mobil terhadap kondisi basah.

Uji coba Barcelona seperti ingin menegaskan satu hal: era F1 2026 bukan milik yang paling cepat di hari pertama, tetapi milik mereka yang paling cepat beradaptasi. Dan di tengah perubahan besar ini, satu kecelakaan tidak serta-merta menentukan masa depan. (wib)