Home - Nasional - Romo Mudji Sutrisno Wafat, Menag Mengaku Kehilangan Sahabat Dialog Lintas Iman

Romo Mudji Sutrisno Wafat, Menag Mengaku Kehilangan Sahabat Dialog Lintas Iman

Romo Mudji Sutrisno wafat di usia 71 tahun. Menag Nasaruddin Umar mengenang warisan dialog lintas iman, seni, dan kemanusiaan yang ditinggalkan rohaniwan-budayawan tersebut.

Senin, 29 Desember 2025 - 21:54 WIB
Romo Mudji Sutrisno Wafat, Menag Mengaku Kehilangan Sahabat Dialog Lintas Iman
Menteri Agama Nasaruddin Umar (IG Nasaruddin Umar)

HALLONEWS.COM — Wafatnya Romo Mudji Sutrisno pada usia 71 tahun meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi komunitas lintas iman dan pegiat kebudayaan di Indonesia.

Sosok rohaniwan sekaligus budayawan ini dikenang sebagai figur yang konsisten menjembatani nilai spiritual, seni, dan kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa.

Menteri Agama Nasaruddin Umar turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian Romo Mudji.

Nasaruddin Umar menyebut almarhum sebagai sahabat dialog lintas iman yang memiliki peran penting dalam memperkuat toleransi dan perdamaian di Indonesia.

“Kami berduka mendengar kabar Romo Mudji wafat. Selamat jalan sahabat dialog lintas iman,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Senin (29/12/2025).

Menurutnya, Romo Mudji bukan hanya rohaniwan yang tekun dalam pelayanan keagamaan, tetapi juga pemikir yang menempatkan kebudayaan sebagai bagian integral dari praktik beragama.

Dalam berbagai forum dialog antaragama, Romo Mudji kerap menghadirkan pendekatan seni dan estetika sebagai bahasa universal yang mampu merangkul perbedaan.

“Romo Mudji sering memberikan perspektif seni dan estetika dalam nilai spiritual. Ini sejalan dengan keberagamaan yang inklusif dan moderat,” kata Menag.

Salah satu momen penting kebersamaan Romo Mudji dengan Kementerian Agama adalah kehadirannya dalam Seminar Natal Nasional 2024 yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta.

Seminar bertema “Gereja Berjalan Bersama Negara: Semakin Beriman, Humanis, dan Ekologis” tersebut dibuka langsung oleh Menag Nasaruddin Umar.

Dalam forum itu, Romo Mudji tampil sebagai narasumber yang menekankan pentingnya humanisme dan kepedulian ekologis sebagai fondasi kehidupan beragama di Indonesia.

Romo Mudji Sutrisno wafat pada Minggu (28/12) di Rumah Sakit Carolus, Jakarta, setelah beberapa waktu menjalani perawatan intensif akibat gangguan jantung.

Kepergiannya meninggalkan jejak panjang pemikiran dan karya yang melampaui batas institusi keagamaan.

Sepanjang hidupnya, Romo Mudji dikenal memiliki perhatian mendalam pada seni dan kebudayaan. Ia tidak hanya menulis dan berbicara tentang seni, tetapi juga mengekspresikannya melalui karya sketsa yang pernah dipamerkan, antara lain di Bentara Budaya Balai Soedjatmoko, Solo.

Melalui seni, ia merawat spiritualitas yang membumi dan dialog yang memanusiakan.
Kiprahnya sebagai imam Katolik sekaligus budayawan menjadikan Romo Mudji Sutrisno simbol perjumpaan iman, budaya, dan kemanusiaan—sebuah warisan berharga bagi Indonesia yang majemuk.(wib)