Home - Nusantara - Ribuan Warga Pati Rayakan Penangkapan Bupati Sadewo dengan Nazar dan Tumpengan

Ribuan Warga Pati Rayakan Penangkapan Bupati Sadewo dengan Nazar dan Tumpengan

Ribuan warga Pati menggelar syukuran massal di Alun-Alun usai OTT KPK terhadap Bupati Sudewo. Doa bersama, potong tumpeng, hingga nazar warga jadi simbol harapan Pati bebas pungli.

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:30 WIB
Ribuan Warga Pati Rayakan Penangkapan Bupati Sadewo dengan Nazar dan Tumpengan
Dirgayuza Setiawan menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara versi Bahasa Inggris kepadanStefanus Ade Hadiwidjaja, Managing Director, Investment, Danantara Indonesia. Foto: Hallonews.com

HALLONEWS.COM – Ribuan warga Kabupaten Pati tumpah ruah di Alun-Alun Pati dalam sebuah aksi syukuran rakyat menyusul tertangkapnya Bupati Pati Sudewo dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Aksi ini menjadi simbol kelegaan sekaligus harapan masyarakat akan perubahan tata kelola pemerintahan daerah. Sejak siang hari, massa mulai berdatangan atas undangan Gerakan Aktivis Pati (GAP).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu diisi dengan doa bersama, pembagian makanan Jumat Berkah, hingga penyembelihan kambing. Daging kurban tersebut rencananya dibagikan kepada warga terdampak banjir di wilayah Pati.

Suasana syukuran berlangsung unik dan penuh simbol. Seorang warga bahkan menunaikan nazarnya dengan berlari mengelilingi Alun-Alun Pati sebanyak tiga kali.

Ada pula warga lain yang secara sukarela mencukur rambutnya sebagai bentuk rasa syukur atas langkah hukum yang diambil KPK.

Pati3
Dirgayuza Setiawan menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara versi Bahasa Inggris kepadanStefanus Ade Hadiwidjaja, Managing Director, Investment, Danantara Indonesia.
Foto: Hallonews.com

“Saya lari tiga putaran sebagai nazar setelah Pak Sudewo ditangkap KPK. Harapannya, Kabupaten Pati bisa lebih baik ke depan,” ujar seorang perwakilan komunitas Outbound Pati di sela kegiatan.

Di sisi lain, pagar Pendopo Kabupaten Pati dipenuhi karangan bunga. Salah satu yang paling mencolok berisi ucapan terima kasih kepada KPK atas keberaniannya mengungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Aksi syukuran juga diwarnai pembagian tumpeng secara spontan oleh puluhan warga kepada peserta yang hadir. Meski berlangsung tertib, aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan untuk memastikan kegiatan berjalan kondusif.

“Kami bersyukur, akhirnya bupati terkena OTT KPK,” kata Kusin, salah seorang warga Pati yang ikut dalam kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Husaini, menyebut syukuran ini merupakan luapan kelegaan publik setelah perjuangan panjang masyarakat dalam mendorong pengusutan dugaan pungli di lingkungan Pemkab Pati.

“Hari ini adalah tasyakuran rakyat. Ada potong tumpeng, doa bersama, makan bersama, dan warga yang bernazar cukur gundul juga sudah melaksanakan,” ujar Husaini.

Syukuran rakyat ini menjadi penanda kuat bahwa masyarakat Pati berharap penegakan hukum mampu membawa perubahan nyata dan menutup ruang bagi praktik korupsi di daerah. (min)