Revitalisasi SMPN 1 Tahunan Jepara Jadi Praktik Baik, Empat Kelas Disulap Jadi Lima
Program revitalisasi Kemendikdasmen menjadikan SMPN 1 Tahunan Jepara praktik baik. Empat ruang kelas dikembangkan menjadi lima lewat swakelola.

HALLONEWS.COM – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan hasil nyata di daerah.
Salah satu praktik baik ditunjukkan oleh SMP Negeri 1 Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang berhasil mengembangkan empat ruang kelas menjadi lima kelas melalui pola swakelola.
Peresmian revitalisasi SMPN 1 Tahunan dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, bersamaan dengan peresmian revitalisasi SD Negeri Wonorejo 2 di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada awal semester genap tahun ajaran 2025/2026.
Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan amanat langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh satuan pendidikan berada dalam kondisi aman dan layak.
Menurutnya, tidak boleh ada sekolah dengan bangunan rusak yang membahayakan keselamatan peserta didik.
“Revitalisasi sekolah menjadi prioritas agar proses pembelajaran berjalan dengan baik dan aman bagi siswa maupun guru,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan, pelaksanaan revitalisasi dengan pola swakelola juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selain menyerap tenaga kerja lokal, belanja material pembangunan dilakukan di wilayah setempat sehingga turut menggerakkan ekonomi daerah.
Pada tahun 2026, pemerintah mengamankan alokasi awal APBN sebesar Rp14 triliun untuk merevitalisasi sekitar 11 ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Namun, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, cakupan program tersebut ditargetkan akan diperluas hingga menjangkau sekitar 71 ribu satuan pendidikan.
Kabupaten Demak menjadi salah satu penerima manfaat signifikan dari program ini. Sebanyak 110 satuan pendidikan di Demak telah direvitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp76 miliar. Salah satu sekolah penerima bantuan adalah SD Negeri Wonorejo 2 dengan dukungan anggaran lebih dari Rp2,2 miliar.
Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan harapannya agar program revitalisasi satuan pendidikan dapat terus berlanjut.
Menurutnya, perbaikan sarana dan prasarana sekolah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di daerah.
Sementara itu, Kabupaten Jepara menerima revitalisasi untuk 120 satuan pendidikan dengan total anggaran lebih dari Rp92 miliar. Kepala SMP Negeri 1 Tahunan Jepara, Adi Sasono, mengatakan sekolahnya memperoleh bantuan Rp720 juta untuk rehabilitasi empat ruang kelas.
“Melalui efisiensi pelaksanaan, empat ruang kelas tersebut dapat kami kembangkan menjadi lima kelas. Sisa material juga dimanfaatkan untuk perbaikan fasilitas sekolah,” jelas Adi.
Guru SMPN 1 Tahunan, Nur Huda, mengungkapkan bahwa sebelum direvitalisasi, bangunan sekolah kerap bocor dan menimbulkan kekhawatiran saat hujan. Kini, ruang kelas menjadi lebih nyaman dan aman untuk kegiatan belajar mengajar.
Selain pembangunan fisik, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan papan digital interaktif serta pelatihan guru, termasuk pengenalan coding dan kecerdasan buatan (AI), sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. (ver)
