Reuni Akpol 2000 Tegaskan Soliditas Alumni, Jadi Modal Regenerasi Kepemimpinan Polri
Reuni Perak Akpol 2000 menegaskan soliditas alumni Sanika Satyawada sebagai kekuatan strategis dalam regenerasi kepemimpinan Polri.

HALLONEWS.COM – Reuni Perak 25 Tahun Pengabdian Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 2000 menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan solidaritas alumni dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Mengusung tema “Bersama untuk Negeri”, ratusan alumni Batalyon Sanika Satyawada berkumpul di Kompleks Akademi Kepolisian, Semarang, Selasa (13/1/2026). Pertemuan tersebut menandai seperempat abad perjalanan para perwira lulusan Akpol 2000 dalam mengabdi sebagai Bhayangkara.
Ketua Angkatan Akpol 2000, Budi Hermanto atau akrab disapa Buher, menegaskan reuni ini bukan sekadar ajang nostalgia, melainkan pernyataan sikap kolektif bahwa Akpol 2000 tetap solid, relevan, dan memiliki posisi strategis dalam denyut kepemimpinan Polri.
“Kehadiran alumni lintas wilayah dan lintas penugasan memperlihatkan kekuatan jaringan yang masih terawat kuat, bahkan setelah 25 tahun pengabdian,” ujarnya dalam keterangan, Senin (2/2/2026).
Menurut Buher, perjalanan panjang tersebut tidak semata diukur dari lamanya waktu pengabdian, melainkan dari konsistensi nilai yang terus dijaga sejak masa pendidikan. Persaudaraan, loyalitas, serta dedikasi kepada negara menjadi fondasi yang menyatukan Sanika Satyawada hingga hari ini.
“Tidak ada capaian yang lahir secara instan. Di balik setiap jabatan dan tanggung jawab, ada doa orang tua, kesabaran istri, serta keteguhan anak-anak yang setia mendampingi setiap penugasan,” tuturnya.
Ia menambahkan, keberhasilan para alumni Akpol 2000 merupakan hasil pengorbanan kolektif, bukan prestasi individual semata. Data internal mencatat, Batalyon Sanika Satyawada kini memiliki 324 alumni, terdiri atas tiga perwira berpangkat Brigadir Jenderal, 291 Komisaris Besar Polisi, dan 31 Ajun Komisaris Besar Polisi.
“Komposisi ini mencerminkan posisi strategis Akpol 2000 dalam struktur Polri secara nasional,” katanya, seraya menegaskan bahwa angkatannya bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian inti dari mesin kepemimpinan institusi.
Lebih dari temu kangen, Reuni Perak Akpol 2000 juga dimaknai sebagai momentum pengabdian nyata. Sejumlah agenda sosial digelar, mulai dari bakti kemanusiaan bagi korban bencana alam di Sumatra, pelayanan kesehatan untuk masyarakat, santunan anak yatim, hingga doa bersama bagi rekan sejawat dan para pengasuh yang telah wafat.
“Kami tidak sedang berlomba untuk tiba lebih dulu, tetapi bertekad berjalan jauh bersama,” ujar Buher.
“Reuni ini mengingatkan kami bahwa api pengabdian tidak pernah padam sejak pertama kali berdiri tegap di lapangan Akpol,” imbuhnya.
Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Akpol Midi Sismoko, Wakil Gubernur Akpol Taslim, serta sejumlah tokoh senior kepolisian. Kehadiran pimpinan Akpol dinilai sebagai penegasan bahwa regenerasi Polri melalui alumni Akpol 2000 kini menjadi modal penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas institusi ke depan. (als)
