Rentetan Tragedi Kereta Guncang Spanyol, Infrastruktur Disorot Usai Dua Kecelakaan Maut Beruntun
Kereta komuter tergelincir dekat Barcelona, satu masinis tewas dan puluhan terluka. Rentetan kecelakaan kereta api memicu sorotan tajam pada infrastruktur Spanyol.

HALLONEWS.COM – Spanyol kembali diguncang tragedi perkeretaapian setelah sebuah kereta komuter tergelincir di dekat Barcelona dan menewaskan seorang masinis serta melukai sedikitnya 37 penumpang.
Insiden ini terjadi hanya dua hari setelah kecelakaan kereta api berkecepatan tinggi di Spanyol selatan yang menelan puluhan korban jiwa yang memicu sorotan tajam terhadap kondisi infrastruktur transportasi negeri tersebut.
Kecelakaan terbaru terjadi di jalur antara Gelida dan Sant Sadurni d’Anoia, kawasan pinggiran Barcelona. Badan perlindungan sipil Catalonia seperti dikutip Sky News, Kamis (21/1/2026) menyebutkan bahwa dinding penahan tanah runtuh dan menimpa rel kereta api, menyebabkan rangkaian kereta keluar dari jalur.
Hujan lebat yang melanda wilayah timur laut Spanyol dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu runtuhnya struktur tersebut.
Sebanyak 20 ambulans dan 38 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban.
Otoritas setempat mengonfirmasi empat orang mengalami luka serius, sementara puluhan lainnya menderita cedera ringan hingga sedang dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Barcelona dan sekitarnya.
Dinas pemadam kebakaran Catalonia memastikan tidak ada korban yang terjebak di dalam gerbong setelah dilakukan penyisiran menyeluruh. Area kecelakaan langsung diamankan guna memastikan proses evakuasi dan investigasi berjalan aman.
Tragedi ini memperpanjang daftar kelam kecelakaan kereta api di Spanyol dalam sepekan terakhir.
Dua hari sebelumnya, tabrakan kereta api berkecepatan tinggi di wilayah Andalusia selatan menewaskan sedikitnya 41 orang, dengan puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.
Otoritas setempat memperingatkan jumlah korban jiwa berpotensi bertambah seiring proses evakuasi puing-puing menggunakan derek berat.
Kecelakaan di selatan Spanyol melibatkan dua kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah gerbong.
Ratusan penumpang menjadi korban, dengan sebagian masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pemerintah Spanyol bahkan menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
Rentetan insiden ini memunculkan kembali kritik terhadap sistem perkeretaapian Spanyol, khususnya di wilayah-wilayah yang selama bertahun-tahun disebut mengalami kekurangan pendanaan dan perawatan infrastruktur.
Sejumlah pakar transportasi menilai cuaca ekstrem memang berperan, namun lemahnya pemeliharaan jangka panjang turut meningkatkan risiko kecelakaan.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menyatakan pemerintah akan mendukung penuh proses investigasi.
Sementara itu, operator jaringan kereta api nasional ADIF menyebutkan layanan kereta komuter di jalur terdampak Barcelona terpaksa dibatalkan hingga waktu yang belum ditentukan.
Di tengah duka nasional, tekanan publik terhadap pemerintah kian menguat. Banyak pihak mendesak evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan transportasi publik, terutama setelah dua kecelakaan besar terjadi dalam selang waktu yang sangat singkat.
Tragedi beruntun ini menjadi peringatan keras bahwa modernisasi dan pengawasan infrastruktur bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak demi keselamatan jutaan pengguna transportasi publik di Spanyol.(wib)
