Home - Internasional - Putera Mahkota Iran Reza Pahlavi Serukan Aksi Pemogokan Nasional, Tekanan Global terhadap Iran Kian Menguat

Putera Mahkota Iran Reza Pahlavi Serukan Aksi Pemogokan Nasional, Tekanan Global terhadap Iran Kian Menguat

Reza Pahlavi menyerukan demo dua hari dan pemogokan nasional di Iran. Penangkapan massal terjadi, sementara Eropa mengecam keras kekerasan terhadap demonstran.

Sabtu, 10 Januari 2026 - 20:07 WIB
Putera Mahkota Iran Reza Pahlavi Serukan Aksi Pemogokan Nasional, Tekanan Global terhadap Iran Kian Menguat
Putera Mahkota Iran Reza Pahlavi yang berada di pengasingan. ( X Reza Pahlavi)

HALLONEWS.COM – Situasi politik di Iran semakin memanas setelah Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang hidup di pengasingan, secara terbuka menyerukan lanjutan demonstrasi nasional dan pemogokan massal.

Seruan tersebut muncul di tengah berlanjutnya protes anti-pemerintah serta meningkatnya tekanan internasional terhadap Teheran.

Melalui pernyataan resmi di media sosial, seperti dikutip Sky News, Sabtu (10/1/2026), Pahlavi mengajak warga Iran untuk turun ke jalan selama dua hari berturut-turut, dimulai pukul 18.00 waktu setempat.

Ia juga meminta para pekerja di sektor-sektor strategis, termasuk transportasi, minyak, gas, dan energi, untuk memulai pemogokan nasional sebagai bentuk perlawanan sipil.

Namun, seruan tersebut menghadapi hambatan setelah pemadaman internet di Iran berlangsung lebih dari 36 jam, sehingga membatasi penyebaran pesan dan koordinasi aksi.

Meski demikian, Pahlavi menyebut protes tetap berlangsung untuk malam kedua berturut-turut dan memuji demonstran atas “keberanian dan keteguhan” mereka yang disebutnya telah menarik perhatian dunia internasional.

Dalam pernyataannya, Pahlavi juga mengklaim siap kembali ke Iran jika gerakan nasional mencapai kemenangan.

“Saya yakin hari itu sudah sangat dekat,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, ia bahkan meminta Presiden AS Donald Trump untuk bersiap membantu rakyat Iran jika situasi semakin memburuk.

Di sisi lain, aparat Iran meningkatkan respons keamanan. Sebanyak 100 orang dilaporkan ditangkap di wilayah Baharestan, Provinsi Teheran.

Menurut kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran. Para tahanan dituduh mengganggu ketertiban umum serta melakukan kekerasan menggunakan senjata api dan senjata tajam terhadap warga dan aparat.

Tekanan Meningkat

Tekanan terhadap Iran juga datang dari Eropa. Prancis, Inggris, dan Jerman dalam pernyataan bersama menyatakan “mengutuk keras” pembunuhan demonstran dan menyampaikan keprihatinan serius atas laporan kekerasan oleh pasukan keamanan Iran.

Ketiga negara mendesak otoritas Iran untuk menahan diri dan menghormati hak-hak dasar warga negara.

Ketiga negara tersebut tergabung dalam kelompok E3, yang selama ini menjadi salah satu kanal diplomasi utama Eropa dalam isu Iran.

Pernyataan terbaru ini menandai semakin luasnya sorotan internasional terhadap krisis politik dan kemanusiaan yang tengah berlangsung di negara tersebut. (wib)