Home - Nasional - Puncak Arus Balik Libur Nataru Diprediksi Hari Ini, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Puncak Arus Balik Libur Nataru Diprediksi Hari Ini, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Jasa Marga bersama kepolisian, dan stakeholders terkait lainnya sudah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari optimalisasi layanan operasional, pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan.

Minggu, 4 Januari 2026 - 6:00 WIB
Puncak Arus Balik Libur Nataru Diprediksi Hari Ini, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Antrian panjang kendaraan terlihat di gerbang pintu Tol Cikampek saat libur Natal dan Tahun baru. Jasa Marga memprediksi puncak arus balik diprediksi terjadi hari ini. Tangkapan layar hallonews.com

HALLONEWS.COM – Jasa Marga memprediksi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru ke Jabotabek terjadi hari ini, Minggu, 4 Januari 2026.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono mengaku pihaknya bersama kepolisian, dan stakeholders terkait lainnya sudah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari optimalisasi layanan operasional, pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan hingga rekayasa lalu lintas.

“Jasa Marga memprediksi puncak arus kembali ke wilayah Jabotabek akan terjadi pada akhir pekan ini, yakni Minggu, 4 Januari,” kata Rivan, Sabtu (3/1/2026).

Rivan memastikan kesiapan petugas dan sarana pendukung di lapangan termasuk rekayasa lalin bersifat dinamis.

“Melakukan koordinasi intensif dengan Kepolisian dan mendukung rencana rekayasa lalu lintas yang diperlukan sesuai diskresi Kepolisian,” kata Rivan.

Terpisah, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyebutkan terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui tol periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 lebih dari 11%.

Agus menjelaskan, jumlah itu dihitung berdasarkan perbandingan arus lalu lintas periode 18 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026. Kendaraan keluar Jakarta dipantau dari lalu lintas harian rata-rata normal (LHRN) kendaraan pada empat gerbang tol utama Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.

“Total keluar Jakarta 2.638.184 kendaraan, naik 11,49 persen dibandingkan data LHRN sebanyak 2.366.223 kendaraan,” kata Agus, Sabtu (3/1/2026).

Agus menuturkan, jika dibandingkan periode 2024, naik 3% Kenaikan mencapai sekitar 2,3 juta kendaraan. “Total keluar Jakarta 2.638.186 kendaraan, naik 3,40% dibandingkan tahun 2024/2025 sebanyak 2.551.147 kendaraan,” ujarnya.

Untuk jumlah kendaraan masuk Jakarta pada periode tersebut, Agus juga mengatakan adanya kenaikan mencapai 8%. Akan tetapi, jika dibandingkan periode 2024 angka itu turun mencapai 0,36%.

“Total masuk Jakarta 2.472.184 kendaraan, naik 8,01% dibandingkan data LHRN sebanyak 2.288.928 kendaraan. Total masuk Jakarta: 2.472.184 kendaraan, turun 0,36% dibandingkan tahun 2024/2025 sebanyak 2.481.075 kendaraan,” ungkapnya. (min)