Home - Internasional - Protes di Kedutaan Iran London Berujung Bentrokan, Polisi dan Demonstran Terluka

Protes di Kedutaan Iran London Berujung Bentrokan, Polisi dan Demonstran Terluka

Protes di depan Kedutaan Iran di London berubah menjadi bentrokan. Sejumlah polisi dan demonstran terluka, sementara aparat melakukan penangkapan.

Sabtu, 17 Januari 2026 - 15:07 WIB
Protes di Kedutaan Iran London Berujung Bentrokan, Polisi dan Demonstran Terluka
Petugas kepolisian berjaga di sekitar Kedutaan Besar Iran di London setelah aksi protes berubah menjadi bentrokan, Jumat (16/1/2026) malam waktu setempat. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.COM – Aksi protes di luar Kedutaan Besar Iran di London berujung bentrokan pada Jumat (16/1/2026) malam waktu setempat. Sejumlah petugas kepolisian dan demonstran dilaporkan mengalami luka-luka, sementara aparat melakukan beberapa penangkapan setelah situasi berubah ricuh.

Kepolisian Metropolitan London menyatakan bentrokan terjadi di kawasan South Kensington, ketika para demonstran mulai melempari petugas dengan berbagai benda. Akibat eskalasi tersebut, polisi menerapkan langkah pengamanan tambahan untuk mengendalikan situasi.

Layanan Ambulans London mengonfirmasi empat orang harus dibawa ke rumah sakit setelah paramedis dipanggil ke lokasi kejadian sekitar pukul 20.45 waktu setempat. Selain itu, dua orang lainnya mendapatkan perawatan medis di tempat dan tidak memerlukan rujukan lanjutan.

Pihak Kepolisian Metropolitan mengakui sejumlah petugasnya mengalami cedera dalam insiden tersebut. Rekaman yang beredar di media sosial juga menunjukkan beberapa demonstran tampak terluka selama bentrokan berlangsung.

Dalam pernyataan resminya melalui platform X, Kepolisian Metropolitan mengungkapkan bahwa seorang demonstran sempat memanjat gedung Kedutaan Besar Iran, melewati beberapa balkon, dan menurunkan bendera Iran. Demonstran tersebut kemudian ditangkap atas dugaan perusakan, memasuki properti diplomatik tanpa izin, serta melakukan penyerangan terhadap petugas.

“Perintah Pasal 35 telah diberlakukan sebagai respons atas kerusuhan yang berlanjut, termasuk pelemparan benda ke arah petugas. Beberapa petugas mengalami luka-luka,” tulis Kepolisian Metropolitan seperti dikutip Sabtu (17/1/2026).

Dalam pembaruan berikutnya, polisi menyatakan sejumlah orang telah ditangkap karena dicurigai terlibat dalam aksi kekerasan dan kerusuhan. Aparat keamanan masih disiagakan dalam jumlah besar, termasuk pengerahan personel tambahan sepanjang malam, guna mencegah terjadinya gangguan lanjutan.

Kerusuhan di London ini terjadi di tengah meredanya gelombang protes di Iran dalam beberapa hari terakhir. Laporan dari Teheran menyebutkan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan ekonomi dan kehidupan jalanan, mulai kembali normal. Namun, pemadaman internet yang telah berlangsung selama sekitar sepekan masih terus diberlakukan, sehingga arus informasi dari dalam negeri Iran tetap terbatas.

Sementara itu, perbedaan data terkait jumlah korban jiwa akibat penanganan demonstrasi di Iran mencuat ke publik. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di Amerika Serikat melaporkan sedikitnya 3.090 orang tewas. Di sisi lain, televisi pemerintah Iran menyebut angka korban mencapai sekitar 300 orang, sebagaimana dilaporkan pada Kamis lalu.

Di tengah situasi tersebut, kemungkinan intervensi Amerika Serikat dilaporkan mulai mereda, beberapa hari setelah mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan.” Putra Mahkota Iran yang hidup di pengasingan, Reza Pahlavi, kembali mendesak Presiden AS agar menepati janji tersebut dan menggambarkannya sebagai sosok yang dikenal konsisten dengan komitmen politiknya. (ren)