Home - Ekonomi & Bisnis - Presiden Donald Trump Perintahkan Blokade Total Kapal Tanker Minyak Venezuela

Presiden Donald Trump Perintahkan Blokade Total Kapal Tanker Minyak Venezuela

Blokade total kapal tanker minyak Venezuela oleh Presiden Donald Trump mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan sentimen sektor energi, sekaligus memicu risiko geopolitik global.

Jumat, 19 Desember 2025 - 7:00 WIB
Presiden Donald Trump Perintahkan Blokade Total Kapal Tanker Minyak Venezuela
Ilustrasi Tambang Minyak dan Bendera Venezuela. Foto; Dok. Yes Invest

HALLONEWS.COM – Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade kapal tanker minyak yang tersanksi yang beroperasi dari atau menuju Venezuela.

Kebijakan ini memungkinkan aset militer dan penjaga pantai dikirim untuk mencegat kapal-kapal yang terlibat dalam perdagangan minyak dengan negara tersebut.

Trump secara tegas menggambarkan pemerintahan Nicolás Maduro sebagai kelompok teroris asing, menuduhnya menggunakan keuntungan dari minyak untuk membiayai kejahatan terorganisir, perdagangan manusia, dan terorisme narkoba.

Langkah ini langsung memicu kenaikan harga minyak dunia, Harga Brent Crude meningkat sekitar 3,12% menjadi US$60,89 per barel dan West Texas Intermediate meningkat sekitar 3,14 persen ke US$56,93 per barel.

Lonjakan ini mengubah tren penurunan sebelumnya yang disebabkan oleh kemungkinan pasokan tambahan dari negara lain.

Tetapi para analis menganggap dampak terhadap pasokan global relatif kecil, karena sebagian besar tanker Venezuela telah di bawah sanksi sebelumnya, dan beberapa rute ekspor melalui mitra seperti Iran dan Rusia masih di luar jangkauan langsung.

Kebijakan ini merupakan lanjutan dari sikap tegas Trump terhadap Venezuela, yang berfokus pada melemahkan otoritas rezim Maduro melalui pembatasan ekonomi.

Pemerintah AS membenarkan tindakan tersebut sebagai upaya melindungi kepentingan keamanan regional, termasuk mencegah penyelundupan manusia dan narkotika di wilayah Karibia dan Pasifik Timur.

Venezuela membalas dengan mengecam blokade sebagai agresi ekonomi yang dimaksudkan untuk menguasai sumber daya ekonomi.

Secara keseluruhan, inisiatif ini meningkatkan risiko geopolitik di pasar energi internasional, di mana ketidakpastian harga jangka pendek meningkat meskipun pasokan agregat global tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Perusahaan minyak Venezuela menghasilkan produk turunan tertentu, dan perusahaan asing seperti Chevron masih memiliki izin khusus.

Eskalasi blokade ini cenderung memberikan dorongan positif bagi sektor energi terintegrasi dan hulu migas di pasar saham Indonesia.

Kenaikan harga minyak dunia dapat meningkatkan margin pendapatan produsen domestik, sehingga indeks sektoral terkait dapat mengalami penguatan besar. Namun, industri berat, transportasi, dan konsumsi yang bergantung pada impor bahan bakar dapat menghadapi tekanan lebih besar pada biaya operasional.

Ini dapat menekan marjin laba dan menyebabkan lebih banyak ketidakpastian. Secara keseluruhan, sentimen komoditas mungkin meningkatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tetapi risiko inflasi impor mungkin mendorong investor untuk beralih ke aset defensif seperti utilitas atau obligasi. (Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)