Home - Megapolitan - Pramono Sebut Jakarta Nol Kasus Virus Nipah, tapi Kewaspadaan Harus Ditingkatkan

Pramono Sebut Jakarta Nol Kasus Virus Nipah, tapi Kewaspadaan Harus Ditingkatkan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Jakarta masih nol kasus Virus Nipah, namun Pemprov DKI meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini melalui Dinas Kesehatan.

Rabu, 4 Februari 2026 - 7:00 WIB
Pramono Sebut Jakarta Nol Kasus Virus Nipah, tapi Kewaspadaan Harus Ditingkatkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Puspitasari saat menyampaikan keterangan terkait kewaspadaan Virus Nipah. Foto: Hallonews/Feris Pakpahan

HALLONEWS.COM – Gubernur Provinsi DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan laporan warga Jakarta yang terpapar Virus Nipah.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak tinggal diam dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna mencegah potensi penyebaran penyakit zoonotik yang dikenal mematikan tersebut.

“Pemantauan dilakukan secara ketat melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan RI,” ujar Pramono Anung kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).

Pramono mengungkapkan, dirinya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memperkuat sistem deteksi dini serta meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan sebagai langkah pencegahan.

“Jakarta masih aman, tapi kami tidak boleh lengah. Saya sudah minta Dinas Kesehatan untuk bersiap dan menangani sejak dini,” tegasnya.

Selain Virus Nipah, Pramono juga mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai potensi munculnya penyakit lain yang kerap meningkat saat musim hujan, seperti leptospirosis yang disebabkan paparan urine tikus.

Menurutnya, kewaspadaan dan respons cepat pemerintah daerah menjadi kunci utama untuk mencegah munculnya kasus penyakit menular di wilayah Jakarta.

“Kewaspadaan dan respons cepat pemerintah dapat mencegah munculnya kasus serupa di Kota Jakarta,” ucapnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Virus Nipah, meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus konfirmasi pada manusia di Indonesia.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang secara alami berinang pada kelelawar buah dan dapat menular melalui hewan perantara seperti babi, atau lewat konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Murti Utami, menegaskan bahwa posisi geografis Indonesia yang berdekatan dengan negara-negara yang pernah mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Nipah menjadikan kewaspadaan dini sebagai langkah yang tidak boleh diabaikan.

“Potensi penularan di Indonesia diperkuat oleh hasil penelitian yang menemukan adanya bukti deteksi virus pada kelelawar buah jenis Pteropus sp. di beberapa wilayah,” pungkasnya. (fer)