Home - Nasional - Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas 4 Isu Strategis Ekonomi

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas 4 Isu Strategis Ekonomi

Dalam pertemuan tersebut membahas berbagai hal. Prabowo meminta agar dilakukan penguatan dalam industri tekstil/garmen. Salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi rangkaian supply chain.

Senin, 12 Januari 2026 - 12:25 WIB
Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas 4 Isu Strategis Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026). (Instagram Sekretariat Kabinet).

HALLONEWS.COM – Prabowo memimpin rapat terbatas kabinet di Hambalang, Bogor, Minggu (11/1/2026). Pada rapat terbatas di kediaman pribadi Prabowo ini dihadiri sejumlah menteri.

Dalam unggahan di laman sekretariat kabinet, Teddy Indra Wijaya mengatakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani hadir.

Hadir pula Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Industri Mineral, Brian Yuliarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, juga menampilkan meja dan kursi bulat, tempat para menteri menghadap Presiden Prabowo.

Dalam pertemuan tersebut membahas berbagai hal. Menurut Teddy, Prabowo meminta agar dilakukan penguatan dalam industri tekstil/garmen. Salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi rangkaian supply chain.

Lalu penguatan dalam sektor otomotif/elektronik melalui investasi dalam pengembangan teknologi semikonduktor.

Hal ini ditujukan untuk membangun industri chip masa depan Indonesia yang akan dimanfaatkan untuk industri otomotif, digital, dan elektronik.

Kemudian perkembangan rencana groundbreaking enam titik baru proyek hilirisasi senilai US$ 6 miliar di awal Februari 2026.

Serta rencana peresmian infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan pada esok hari, Senin, 12 Januari 2026.

“Ada empat poin penting yang dibahas dalam pertemuan itu,” kata Teddy dikutip Senin 12 Januari 2026. (yopy)