Home - Nusantara - Pompa Air Tenaga Surya Mulai Dioperasikan untuk Mengatasi Rob di Demak

Pompa Air Tenaga Surya Mulai Dioperasikan untuk Mengatasi Rob di Demak

Pemprov Jateng atasi rob Demak dengan pompa air tenaga surya di Sayung, solusi efisien, hemat energi, dan berkelanjutan.

Jumat, 2 Januari 2026 - 8:30 WIB
Pompa Air Tenaga Surya Mulai Dioperasikan untuk Mengatasi Rob di Demak
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di wilayah rawan rob di Sayung, Kabupaten Demak, Rabu (31/12/2025). Foto: Dok Pemprov Jateng

HALLONEWS.COM — Masalah rob menjadi problem yang berulang di wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Pemprov Jawa Tengah pun berupaya keras menangani masalah rob di Kecamatan Sayung, Demak. Upaya terbaru adalah menggunakan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) untuk mengentaskan banjir rob.

Pemanfaatan inovasi ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Dukuh Legkong, Sayung, Rabu (31/12/2025). Selain menggunakan APBD, pengadaan PATS itu juga didukung dana CSR dari PT Trina Mas Agra Indonesia, dan masyarakat.

Bupati Demak Esti’anah mengatakan, pompa air tenaga surya menjadi solusi atas kendala biaya BBM yang selama ini membebani daerah. Dia berharap, skema serupa dapat direplikasi di titik rawan rob lainnya.

“Ini jadi penanganan banjir. Alhamdulillah, respons cepat diberikan oleh Bapak Gubernur Ahmad Luthfi dan Bapak Wakil Gubernur (Taj Yasin Maimoen) di wilayah Sayung,” kata Esti.

Esti mengatakan, dengan diresmikannya PATS Sayung, pihaknya berharap penanganan rob di Demak dapat dilakukan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan, demi melindungi masyarakat pesisir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Henggar Budi Anggoro mengatakan, PATS menjadi solusi penanganan rob dan banjir Sayung, yang hemat dan efisien. “Sangat efisien, kalau siang semua operasional pasti menggunakan solar cell. Nah, nanti kalau malam baru menggunakan listrik. Ini jauh lebih murah biayanya,” kata Henggar.

Henggar menerangkan, dengan adanya PATS, yang disiapkan hanya biaya listrik, karena tidak ada beban BBM lagi. “Paling kita cuma menyiapkan biaya listriknya saja. Biaya listrik kan paling misalnya sebulan bisa saja kisaran Rp1,5 juta atau berapa? Karena ini juga belum beroperasi sebulan penuh kan? Nanti kita baru kita lihat nanti di akhir bulan Januari (2026),” ucapnya.

PATS di Sayung dirancang menggunakan dua unit pompa hybrid, yang dapat beroperasi dengan tenaga surya maupun listrik dari jaringan PLN. Kedua pompa tersebut memiliki kapasitas total 2×125 liter per detik. Teknologi itu didukung panel surya berdaya 66 kiloWatt peak (kWp). Fasilitas tersebut dilengkapi rumah pompa, serta empat unit kamera pengawas (CCTV).

Dengan pompa didukung oleh 74 unit panel surya, masing-masing berkapasitas 720 Watt peak (Wp). Pada kondisi cuaca cerah, operasional pompa sepenuhnya memanfaatkan energi matahari. Saat intensitas cahaya berkurang atau malam hari, sistem dapat dialihkan menggunakan listrik PLN dengan daya terpasang 66 kVA.

“Jadi bisa menggunakan solar panel, bisa juga menggunakan listrik. Jadi dua hal yang memang sudah dibuat secara otomatis manakala nanti daya dari solar cell-nya itu habis, langsung ngambil dari listrik. Jadi itu modelnya otomatis, tidak harus kita ceklek-ceklekin lagi, enggak,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, pompa berbasis energi terbarukan itu menjadi yang pertama di Jawa Tengah, dan disiapkan sebagai solusi konkret untuk mengatasi banjir rob dan genangan air yang selama ini menghantui warga pesisir. “Pompa merupakan solusi pertama. Ke depan kita harus punya alternatif lain, seperti kolam retensi dan embung,” kata Ahmad Luthfi. (GAA)